FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Dampak PMK di Kediri, Omset Penjualan Daging Sapi Sepi Pembeli

Ekonomi     Dibaca : 153 kali Penulis:
Dampak PMK di Kediri, Omset Penjualan Daging Sapi Sepi Pembeli
FaktualNews.co/Muajijin.
Salah satu pedagang daging sapi yang tetap bertahan di Kediri.

KEDIRI, FaktualNews.co – Penyakit PMK yang yang terus merebak di wilayah Jawa Timur, juga berdampak terhadap penjualan daging sapi di Kediri. Omset pedagang juga turun drastis.

Meski sebentar lagi hari Raya Idul Adha atau hari Raya Kurban, namun penjualan daging sapi di Pasar Tradisional Setono Betek, Kota Kediri, Kamis (30/6/2022).

Tidak hanya omset pedagang yang turun drastic. Bahkan tidak sedikit pedagang yang memilih libur tidak berjualan, karena sepinya pembeli.

“Dalam sehari biasanya kami menjual 1 kwintal daging sapi. Namun sejak adanya penyakit PMK omset kami menurun drastis. Sekarang dan sehari menjual 10 sampai 15 kilogram saja susah. Bahkan kadang tidak laku, ” kata Binti, pedagang daging sapi di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Kamis (30/6/2022).

Beberapa kios pedagang daging sapi di sentra khusus pedagang daging sapi juga banyak yang kosong, karena sepinya pembeli.

“Hanya beberapa pedagang daging sapi saja yang tetap memilih berjualan. Itupun rata-rata mereka mengeluh sepinya pembeli yang datang membeli daging sapi,” imbuh Binti.

Selain sepinya pembeli, harga daging juga turun, akibat dampak penyakit PMK. Dari harga awal 130 ribu per kilogram, kini hanya Rp100 sampai Rp110 ribu per kilogramnya.

“Harga daging turun mas, sejak adanya wabah penyakit PMK melanda. Saat ini harga daging sapi kualitas bagus hanya Rp110 ribu per kilogramnya. Padahal awalnya bisa mencapai Rp130 ribu,” ujar Suparmi, pedagang daging sapi.

Meski pemerintah sudah menyatakan jika daging sapi yang terkena penyakit PMK aman dikonsumsi. Namun warga sudah terlanjur takut,sehingga banyak yang memilih tidak mengkonsumsi daging sapi.

“Kami berharap agar pemerintah segera mampu mengatasi penyakit PMK. Sehingga penjualan daging sapi kembali normal, “ pungkas Suparmi.

 

 

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin