FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Demo di Perhutani, Wabub Blitar Komitmen dengan Tuntutan Pendemo

Advertorial     Dibaca : 207 kali Penulis:
Demo di Perhutani, Wabub Blitar Komitmen dengan Tuntutan Pendemo
FaktualNews.co/Dwi Hariyadi.
Wabub Blitar, Rahmad Santoso saat menemui pendemo di Kantor Perum Perhutani Blitar.

BLITAR, FaktualNews.co – Puluhan massa yang tergabung dalam Yayasan Karya Cipta Abiyasa (YKCA) menggelar aksi demo di depan Kantor Perum Perhutani KPH Blitar, Kamis (07/07/2022).

Puluhan pendemo tersebut menuntut ilegal loging harus dihentikan dan meminta jerat oknum Perum Perhutani yang diduga terlibat dalam kasus ilegal loging.

Ketua umum Yayasan Karya Cipta Abiyasa Agus Budi Sulistio mengatakan, penegakan hukum harus berjalan baik di Kabupaten Blitar. Karena bagaimanapun, aksi kejahatan lingkungan atau hutan semakin hari semakin meningkat. Ini terbukti dengan banyaknya kerusakan hutan,

“Beberapa hari belakangan ini, ada ilegal loging yang diduga kuat melibatkan oknum perusahaan Perum Perhutani.Yang diduga kuat berada di KPH Sumberpucung, dan KPH Blitar,” kata Agus Budi Sulistio

Lebih lanjut Agus menyampaikan, YKCA  berharap kepada Kapolri untuk diberikan penegakan hukum yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

“Kami berharap, para pelaku kejahatan lingkungan harus ditindak dengan tegas. Silahkan masyarakat menanam di bawah tegakan dengan baik, tanpa merusak hutan,” pungkasnya.

Sementara Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso mengatakan, jika pihaknya meminta waktu untuk memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan hutan.

“Saya, Pak Kapolres, Pak Kajari itu sudah membuat komitmen sesuai dengan apa yang diminta temen-temen YKCA. Jadi, tidak bisa seketika langsung jadi baik. Harus bertahap. Bahkan di DPRD juga susah pernah hearing,” kata Rahmat Santoso.

Wakil Bupati Rahmat menjelaskan, pihak Perhutani pun juga sudah membuat laporan kepada Bupati, ke Kapolres dan Kajari.

“Kita ini juga masih berproses, bukan seketika besuk selesai. Gak bisa juga begitu. Tadi kami diberi waktu satu minggu gimana caranya gitu lo,” jelasnya.

Lebih lanjut Rahmat Santoso menyampaikan, infonya ada pembalakan liar. Bahkan dari Bareskrim sendiri juga sudah turun.

“Ternyata pembalakan liar itu gak ada. Ya mungkin ada satu dua pohon yang hilang. Tapi hasil dari Bareskrim ternyata gak seperti yang dilaporkan,” pungkas Wabub Blitar.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin