Peristiwa

Ketua RMI Jombang: Pesantren Shiddiqiyyah Ploso Tidak Terafiliasi dengan NU

JOMBANG, FaktualNews.co – Lantaran kasus salah satu petingginya, yakni Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT) yang menjadi DPO Polda Jatim. Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah Ploso, Kabupaten Jombang menjadi perbincangan nasional.

Bahkan, untuk menangkapnya, Polda Jatim harus menurunkan ratusan personel Brimob dengan dibantu jajaran Polres Jombang pada Kamis (7/72022) kemarin.

MSA pun akhirnya menyerahkan diri ke Polisi, setelah pesantren Shiddiqiyyah dikepung petugas selama 15 jam.

Pesantren Shiddiqiyyah sendiri, memang merupakan pesantren yang cukup besar di Jombang yang didirikan dan dipimpin langsung Kiai Mochtar Mu’thi.

Shiddiqiyyah juga merupakan thoriqoh atau ajaran tasawuf yang dibawa pendiri pesantren tersebut. Thoriqoh tersebut, merupakan thoriqoh lokal, karena tidak ditemukan di negara lain.

Namun begitu, Pesantren Shiddiqiyah tidak berafiliasi dengan ormas-ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Robitoh Ma’had Islamiyah (RMI) Kabupaten Jombang, Jauharuddin Alfatich. RMI sendiri merupakan salah satu lembaga di bawah naungan NU yang mengurusi pesantren-pesantren.

Gus Rudin sapaan akrabnya menegaskan, bahwa Pesantren Shiddiqiyyah tidak berada di naungan RMI.

“Pesantren itu (Shiddiqiyah) tidak berada di naungan Nahdlatul Ulama. Mereka berdiri sendiri, punya wadah sendiri, dan punya jamaah thoriqoh secara sendiri,” ujarnya, Jumat (8/7/2022).

Meski begitu, ia menegaskan, bahwa pesantren-pesantren di Jombang tetap bisa berdampingan, termasuk dengan Shiddiqiyyah, meski berbeda secara ideologis.

“Kami di Jombang ini sudah biasa hidup dengan heterogenitas, pesantren tersebut walaupun berbeda secara ideologis, secara ajaran, namun karena atas nama keberagaman, di Jombang itu ya biasa-biasa saja,” imbuhnya.

Gus Rudin tidak menampik jika masalah ini juga bisa berimbas kepada nama pesantren lain.

“Ketika terjadi kegaduhan yang luar biasa ini, ketika citra pesantren sudah terpengaruh oleh kejadian  buruk ini, maka semuanya harus bertanggungjawab,” tegasnya.

RMI sendiri berencana akan memberikan edukasi kepada pesantren yang berada dalam naungannya. Demikian itu agar mempunyai keseragaman pemahaman, terutama dalam ketaatan terhadap hukum.