FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Tersangka Cabul Putra Kiai di Jombang MSAT Diancam Pasal Berlapis, Kebiri?

Kriminal     Dibaca : 184 kali Penulis:
Tersangka Cabul Putra Kiai di Jombang MSAT Diancam Pasal Berlapis, Kebiri?
FaktualNews.co/Risky Didik P/
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Mia Amiati Saat Konfrensi Pers, Senin (11/7/2022).

SURABAYA, FaktualNews.co – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, akan mengenakan pasal berlapis kepada anak Kiai di Jombang tersangka.

Sementara terhadap MSAT. Kejati jatim tidak akan menuntut hukuman kebiri. Undang – undang yang mengatur tentang hukuman kebiri belum berlaku di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim, Mia Amiati. Saat menggelar konfrensi pers di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Senin (11/5/2022) siang.

“Kejaksaan tinggi jatim telah menyerahkan berkas perkara kasus pencabulan anak kiai jombang ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Jumat (8/5/2022) lalu untuk segera di sidangkan,” kata Kajati Jatim, Mia Amiati, Senin (11/5/2022).

Lanjut Mia, dalam penegakan hukum kasus pencabulan dengan tersangka MSAT. Anak kiai di Jombang, telah menyusun dakwaan dengan pasal berlapis. Yakni pasal 285 KUHP, 289 KUHP serta pasal 294 Ayat 2 KUHP tentang kekerasan seksual dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Jaksa tidak akan menjerat tersangka MSAT. Dengan hukuman kebiri, karena UU yang mengatur tentang hukuman kebiri belum berlaku di Indonesia,” tambahnya.

Perkara kasus pencabulan terhadap santriwati yang dilakukan tersangka MSAT. Pihak kejati jatim juga menyebutkan, bahwa dalam dakwaan di persidangan nanti hanya ada satu korban sesuai berkas perkara yang dilimpahkan oleh kepolisian.

“Karena korban lain diakui menarik diri, satu orang saksi korban dapat di proses karena adanya pembuktian dari alat bukti dan didukung keterangan ahli yang mendukung kesaksian korban,” pungkasnya.

Dalam persidangan anak kiai Jombang, pihak kejaksaan tinggi jatim telah menunjuk 10 orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) termasuk Kajati jatim yang turun tangan untuk melakukan penegakan hukum dalam kasus yang sudah dilaporkan pada tahun 2019 lalu.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul