FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Tanggapi Penolakan terhadap Ustaz Hanan Attaki di Jember, Panitia Pindah Lokasi Acara

Peristiwa     Dibaca : 339 kali Penulis:
Tanggapi Penolakan terhadap Ustaz Hanan Attaki di Jember, Panitia Pindah Lokasi Acara
FaktualNews.co/hatta
Audiensi Panitia Acara Ustaz Hanan Attaki dengan Wabup Jember Gus Firjaun di Pemkab Jember.

JEMBER, FaktualNews.co – Menanggapi keberatan terhadap acara ceramah bertajuk Konser Langit yang mendatangkan Ustaz Hanan Attaki, panitia dari Majelis Gaul mengaku siap memindah lokasi acara.

Sebelumnya acara ceramah tersebut akan digelar pada 29 Juli 2022 pukul 17.00 WIB di GOR PKSPO Jalan Nusantara, Kecamatan Kaliwates, Jember.

“Intinya tadi itu (audiensi panitia dengan Wabup Jember), acara tetap bisa dilanjutkan, tetapi untuk menjaga situasi kondusif di Jember dari chaos dan anarkisme, panitia tetap boleh menyelenggarakan tetapi bergeser tempat tidak sebagaimana konsep awal. Itu intinya tadi. Tetap berjalan, tapi dilakukan penyesuaian. Mungkin melipir sedikit (jauh) dari Jember,” kata Ketua Panitia Majelis Gaul Jember Ustaz Hutri Agus Prayudo saat dikonfirmasi di Masjid Al Mubarok Gumuk Kerang Indah, Sumbersari, Jember, Jumat (22/7/2022).

Untuk proses pemindahan lokasi acara dan teknis pelaksanaan ceramah, lanjut Ustaz Hutri, masih dibahas panitia.

“Ini masih dirapatkan, dengan panitia dan dengan tim pusat timnya UH (Ustaz Hanan Attaki). Untuk melakukan matching bagi dari segi tempat, tanggal (pelaksanaan), dan lain-lain,” sambungnya.

Terkait peserta dari ceramah yang akan diisi oleh ustaz yang terkenal lewat medsos dan youtube itu, kata Ustaz Hutri, sudah terdaftar mencapai belasan ribu.

“Alhamdulillah persiapan lengkap. Peserta yang terdaftar ada 14 ribu orang, by data di big data. By name by phone. Bahkan juga peserta bisa konfirmasi, kita ada pakai webnya, kemudian ada WA grup juga, dan lain-lain,” ungkapnya.

Dengan adanya keberatan ataupun penolakan, dari pelaksanaan ceramah Ustaz Hanan Attaki, kata Ustaz Hutri, tidak membuatnya risau.

“Kita (juga) tidak merasa galau, karena kalau pun tinggal pindah sedikit, cari map aja. Langsung jalan. Terus kita infokan saja, tanpa ada kegaduhan, tanpa ada keramaian. Karena memang sejak awal azas kami cinta dan ketulusan,” ujarnya.

“Kita husnudzhon, positive thinking. Tidak akan rugi orang yang berhusnudzhon, meskipun orang yang salah husnudzhonnya. Ini proses pendewasaan negeri kita, dengan berbagai peristiwa berita, dan lain-lain. Jadi pers, jurnalis membantu kita untuk mendewasakan pemikiran rakyat atau umat semakin dewasa,” imbuhnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono