FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Dianggap Lindungi Oknum Guru Cabul, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Dimaki

Peristiwa     Dibaca : 251 kali Penulis:
Dianggap Lindungi Oknum Guru Cabul, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Dimaki
Perwakilan massa memaki-maki kepala Dinas Pendidikan kota Kediri.

KEDIRI, FaktualNews.co-Tidak puas mediasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, perwakilan dari LSM peduli anak-anak di Kediri memaki-maki kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Siswanto.

Kejadian tersebut terjadi saat perwakilan massa dari LSM peduli anak-anak diminta menyampaikan aspirasinya, di kantor Dinas Pendidikan Jalan Mayor Bismo kota Kediri, Senin (25/7/2022).

Perwakilan massa yang tidak puas dengan jawaban Siswanto, memaki-maki dengan kata-kata kasar.

“Kepala Dinas bangs**. Sudah tahu ada oknum guru cabul tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian, justru malah dilindungi dengan cara didamaikan. Kepala dinas apa itu namanya,” teriak salah-satu perwakilan massa sambil meninggalkan ruangan pertemuan di kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri.

Tidak hanya memaki, perwakilan massa juga akan melaporkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri ke Polres Kediri Kota, karena dinilai melindungi dan terkesan menutup-nutupi kasus pencabulan yang dialami oleh sejumlah siswa sekolah dasar di Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

“Wong kepala dinas sudah mengetahui kasus tersebut pada pertengahan Juni, kenapa tidak langsung dilaporkan ke pihak yang berwajib. Justru saat kasus ini ramai oknum guru yang bersangkutan langsung dipecat. Ada apa ini,” tanya Supriyo, ketua LSM Saroja.

Emosi perwakilan massa ini dipicu jawaban dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto, saat mediasi dengan perwakilan massa. Saat itu Siswanto menyatakan, jika ia menerima laporan dari Kepala sekolah dasar, tentang kasus pencabulan tersebut.

“Kami menerima laporan pertengahan Juni kemarin. Dan langsung saya memanggil oknum yang bersangkutan I-M untuk saya mintai keterangan. Dan yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Lalu saya juga memanggil orang tua korban, dan mereka hanya meminta agar yang bersangkutan dipindahkan dari tempat mengajarnya,” Kata Siswanto, saat mediasi dengan perwakilan massa.

“Dan saya langsung memindahkan IM menjadi staf di dinas pendidikan. Selain itu saya juga melaporkan kasus tersebut kepada Wali Kota Kediri. Dan baru tanggal 20 Juli kemarin, IM dipecat dari ASN oleh wali kota,” Imbuh Siswanto.

Namun jawaban dari Siswanto membuat perwakilan massa emosi, dan langsung keluar ruangan sambil memaki-maki kepala dinas pendidikan, karena dinilai melindungi dan menutup-nutupi kasus pencabulan tersebut.
Ket foto: Perwakilan massa memaki-maki kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Aris