FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Gasak Uang Santunan 10 Muharram di SMPN 5 Jombang, Pelaku Terekam CCTV

Kriminal     Dibaca : 283 kali Penulis:
Gasak Uang Santunan 10 Muharram di SMPN 5 Jombang, Pelaku Terekam CCTV
FaktualNews.co/diana kusuma
yang akan digunakan untuk santunan saat 10 Muharram mendatang.

JOMBANG, FaktualNews.co – Seorang pencuri uang di SMPN 5 Jombang terekam kamera pengintai atau CCTV (circuit closed television). Uang yang dicuri tersebut akan digunakan untuk santunan saat 10 Muharram

Kepala SMPN 5 Jombang, Yuniardi mengatakan peristiwa terjadi pada Senin (25/7/2022) disaat kondisi sekolah dalam keadaan sepi setelah orang terakhir meninggalkan tempat sekitar pukul 17.00 WIB.

Pencurian tersebut diketahui salah satu penjaga sekolah yang mengatakan jika sejumlah bangku di ruang guru dalam keadaan tercongkel.

“Saya terakhir di sekolah itu sekitar pukul 15.00 WIB, dan terakhir ada penjaga sekolah pulang sekitar 17.00 WIB. Kemudian sekitar 19.00 WIB salah satu penjaga menghubungi saya kalau bangku di meja guru kondisi tercongkel, dan saya langsung cek semua pemiliknya,” kata Yuniardi, Selasa (26/7/2022).

Setelah itu salah satu Guru mengungkapkan bahwa terdapat uang yang disimpan didalam laci sekitar Rp 4.6 juta yang akan digunakan untuk santunan saat kegiatan 10 Muharram mendatang, dan benar saja saat dilakukan pengecekan uang tersebut telah raib.

“Setelah saya tanya kepada Guru itu, ada satu orang mengaku menyimpan uang untuk santunan sekitar Rp 4.6 jutaan dan ternyata hilang. Ada laptop terbuka namun tidak diambil oleh pelaku,” jelasnya.

Yuniardi selanjutnya melakukan pengecekan CCTV, dan melihat ada seseorang yang sengaja masuk ke SMPN 5 Jombang untuk bergerilya di ruangan yang ada.

“Terlihat dari CCTV kami apa yang dilakukan pelaku, dan kami juga menanyakan kepada warga sekitar dan tidak mengetahui pelaku,” tuturnya.

Hingga kemudian pihak SMPN 5 Jombang melaporkan kejadian pencurian uang di sekolahnya kepada Polres Jombang.

“Sudah kami laporkan ke Polres Jombang, dan semoga ini menjadi pelajaran bagi sekolah lain untuk waspada,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono