FaktualNews.co

Antisipasi Munculnya Klaster Pendidikan, Satgas Covid-19 Swab Puluhan Siswa SD di Situbondo

Kesehatan     Dibaca : 337 kali Penulis:
Antisipasi Munculnya Klaster Pendidikan, Satgas Covid-19 Swab Puluhan Siswa SD di Situbondo
FaktualNews.co/fatur
Salah satu murid SDN 3 Talkandang, di swab oleh tim medis Puskesmas Kecamatan/Kota Situbondo.

SITUBONDO, FaktualNews.co – Meski dalam beberapa bulan terakhir kasus Covid-19 di Situbondo nol, namun untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 melalui jalur pendidikan, Satgas Covid-19 melakukan swab terhadap puluhan siswa SD di Situbondo, Rabu (27/7/2022).

Pasalnya, saat ini, sejumlah sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Situbondo, yakni mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA/SMK dan yang sederajat, semuanya melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Ainun Madani, seorang petugas Surveilans Puskemas Kota Situbondo mengatakan, untuk mengawali pembelajaran tahun 2022-2023, tim medis Situbondo menggencarkan pengambilan sampel swab terhadap siswa maupun guru. Targetnya dari semua sekolah akan diambil sampelnya.

“Untuk hari ini petugas melakukan swab di satu sekolah, dengan jumlah sample swab30 murid. Kita acak dari kelas 1 hingga kelas 6. Selain itu, kami juga mengambil sampel 3 orang guru. Hasilnya, semuanya dinyatakan negatif,” kata Ainun, Rabu (27/7/2022).

Menurutnya, khusus di Kecamatan Kota ada enam desa. dari masing-masing Desa tersebut mendapatkan catatan untuk diswab. Sehingga khusus di Kecamatan Kota sendiri ada 11 SD yang harus di swab.

Hanya saja waktu intruksi yang didapatkan terlalu dadakan. Sehingga dalam satu hari hanya berhasil mengambil satu sampel di satu SD saja.

“Target kita 11 SD, yang sudah mengizinkan masih tujuh dan yang selesai di ambil sampelnya baru satu SD. Yang pasti, semua sekolah yang menjadi target kami,”bebernya.

Lebih jauh Ainun mengatakan, jika pengambilan sampel terhadap anak SD tidak mudah. Sebab, sebelum diswab itu harus ada pesetujuan dari orang tua siswa, walimurid, dan dari siswanya sendiri. Artinya izin pengambilan sampel harus benar-benar administratif.

“Kalau anaknya tidak mau dan tidak ada izin dari orang tuanya, jelas kami tidak akan melakukan. Takutnya, selesai diswab langsung sakit gigi, padahal memang sakit gigi, bisa-bisa di tuntut sama orang tuanya. Kalau sudah gitu kan repot,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono Abdillah