FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Rehabilitasi Lahan Kritis Pengganti Proyek JLS Tulungagung Capai Rp 885 juta

Peristiwa     Dibaca : 218 kali Penulis:
Rehabilitasi Lahan Kritis Pengganti Proyek JLS Tulungagung Capai Rp 885 juta
Proyek JLS di Tulungagung.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co–Akibat proyek jalur lintas selatan (JLS) Pemkab Tulungagung harus menggeluarkan anggaran Rp 885 juta untuk melakukan rehabilitasi lahan kritis sebagai pengganti lahan untuk proyek JLS. Tahun ini ditargetkan penggantian lahan bisa selesai.

Sekretaris Dinas Lingkuhan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan mengatakan, pembahasan proyek JLS sudah dilakukan sejak 2003 lalu. Pembangunan JLS dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur. Sedangkan Pemkab Tulungagung mendapatkan tugas untuk mengganti lahan yang akan digunakan untuk JLS.

“Pada saat pembangunan JLS itu menggunakan izin pinjam pakai kawasan hutan. Tapi setelah berjalanya proyek JLS, ada perubahan aturan. Dimana awalnya Pemkab Tulungagung harus mengganti lahan, pada saat itu dirubah menjadi rehabilitasi lahan kritis,” tuturnya, Senin (08/08/2022).

Makrus menjelaskan,  selain melakukan rehabilitas lahan kritis untuk proyek JLS, ternyata Pemkab Tulungagung juga masih mempunyai tanggungan melakukan rehabilitasi lahan kritis dari proyek TPA Segawe. Oleh karena itu, pihaknya menjadikan satu antara proyek JLS dengan TPA Segawe, dengan total 118 hektare lahan kritis yang harus dilakukan rehabilitas.

“Tapi sampai saat ini kami belum bisa menyelesaikan semuanya untuk melakukan rehabilitasi lahan kritis sebagai pengganti proyek JLS dan TPA Segawe,” jelasnya.

Menurut Makrus, jika kedua proyek itu ditotal, setidaknya ada 118 hektare lahan yang harus diganti dengan melakukan rehabilitasi lahan kritis. Sedangkan sampai saat ini, pihaknya baru melakukan rehabilitasi lahan kritis seluas 103 hekatare.

“Jadi masih ada 15 hektare yang harus kami lakukan rehabilitasi lahan kritis. Kami targetkan tahun ini bisa selesai,” ujarnya.

103 lahan kritis yang dilakukan rehabilitasi tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Pucanglaban dengan luasan 15 hektare, Kecamatan Kalidawir dengan luasan 58 hektare dan Kecamatan Pagewojo dengan luasan 45 hekatere. Tapi 15 hektare lahan kritis yang ada di Kecamatan Kalidawir masih belum direhabilitasi. Rencanya akan dilakukan rehabilitasi pada tahun ini.

“Untuk anggaran rehabilitasi berasal dari APBD Tulungagung. Total anggaran untuk rehabilitasi lahan kritis mencapai Rp 885 Juta,” terang Makrus.

Dia mengungkapkan bahwa untuk jenis pohon yang ditaman itu sesuai permintaan warga sekitar. Namun didalam aturan, rehabilitasi lahan kritis harus diisi dengan 30 persen pohon tegakan dan 70 persen pohon yang berbuah.

“Nantinya hasil pohon yang digunakan rehabilitasi lahan itu akan diambil oleh masyarakat,” pungkasnya.(Hammam)

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Aris