FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pencuri di Madiun Saat Ditangkap Polisi, Mengaku Anggota TNI

Peristiwa     Dibaca : 256 kali Penulis:
Pencuri di Madiun Saat Ditangkap Polisi, Mengaku Anggota TNI
FaktualNews.co/Istimewa.
Ilustrasi.

MADIUN, FaktualNews.co Pria berinisial HM (48) warga Desa Jiwan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, ditangkap Satuan Reskrim Polres Madiun.

Pria itu ditangkap lantaran nekat membawa kabur motor Honda Beat bernomor polisi AE 4981 CD milik penjual kambing di Desa Bukur, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

“Tersangka kami tangkap setelah dilaporkan membawa kabur sepeda motor milik seorang perempuan yang berjualan kambing untuk hewan kurban bulan lalu,” kata Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Tatar Hernawan, Jumat (12/7/2022).

AKP Tatar Hernawan menjelaskan, tersangka HM berpura-pura membeli dua ekor kambing yang dijual seorang perempuan berinisial K.

Setelah terjadi kesepakatan harga, tersangka lalu meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan untuk mengambil uang di ATM guna membayar kambing yang dibelinya.

Saat meminjami motor, korban tak curiga karena tersangka sudah sepekat dengan harga dua ekor kambing sebagai hewan kurban.

Namun setelah dipinjam tersangka, sepeda motor Honda Beat milik tidak dikembalikan kepada korban.

Perempuan berinisial K itu melaporkan kasus itu ke polisi.

“Setelah kami lakukan penyelidikan, tersangka kami tangkap di Mancaan, Jiwan, Madiun, pekan lalu” kata Tatar.

Saat ditangkap, sepeda motor milik korban masih dibawa tersangka. Namun saat hendak ditangkap, tersangka sempat mengaku sebagai anggota TNI.

Polisi tak begitu saja mempercayai pengakuan tersangka. Tersangka HM ditangkap dan dibawa ke Mapolres Madiun Kota.

“Setelah kami periksa tersangka HM mengaku dia itu warga biasa yang sementara menganggur dan bukan anggota TNI,” ujar Tatar.

Tak hanya itu, sebelumnya tersangka HM pernah masuk penjara karena mencuri hewan ternak warga.

Terhadap kasus membawa kabur milik penjual kambing, tersangka HM dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin
Sumber
kompas.com