FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Ciptakan Wirausaha Baru, Disnaker Situbondo gelar Pelatihan Kreasi Kain Perca

Advertorial     Dibaca : 196 kali Penulis:
Ciptakan Wirausaha Baru, Disnaker Situbondo gelar Pelatihan Kreasi Kain Perca
Suasana pelatihan kain perca yang digelar Disnaker Situbondo.

SITUBONDO, FaktualNews.co–Untuk menciptakan wirausaha baru, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Disnakertrans) Kabupaten Situbondo, bersama TP PKK Kabupaten Situbondo, menggelar pelatihan kerajinan tangan kreasi kain perca di Desa Langkap,  Kecamatan Besuki, Situbondo.

Kegiatan pelatihan berdasarkan unit kompetensi melalui pelatihan kain perca, dengan alokasi anggaran DBHCHT Tahun 2022. Rencananya, pelatihan ini akan berlangsung selama tujuh hari ke depan, yakni mulai tanggal 11 — 22 Agustus 2022 mendatang.

Kepala Dinakertrans Kabupaten Situbondo Didik Sulistyono mengatakan, pelatihan ini untuk memberikan keterampilan kepada para peserta pelatihan agar siap mengisi kesempatan kerja baik secara mandiri maupun kelompok. Dengan tujuan utama, untuk meningkatkan ekonomi, dan membuka kesempatan lapangan kerja baru.

“Sasaran kami adalah para pencari kerja atau keluarga petani tembakau yang ada di kecamatan Banyuglugur, Besuki, Jatibanteng, Mlandingan, dan Sumbermalang, dapat memanfaatkan potensi Sumber Daya Manusia dan limbah kain untuk menciptakan lapangan kerja baru, sehingga dapat menekan angka pengangguran,” ujar Didik, Minggu (14/8/2022).

Menurutnya, sebanyak 25 peserta pelatihan tersebut, mereka berasal dari sejumlah desa pada lima kecamatan diwilayah barat Kabupaten Situbondo. “Kami ingin memberikan solusi untuk menanggulangi tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di Situbondo. Dengan harapan, ke depan para peserta pelatihan dapat membuka usaha baru, dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang didapat dari mengikuti pelatihan ini,” beber Didik.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Situbondo Hj Juma’ati Karna Suswandi mengatakan, sebagian orang menganggap kain perca termasuk limbah sisa industri pakaian atau konveksi yang tidak bermanfaat. Namun, di tangan UMKM kreatif, kain perca akan memiliki nilai jual tinggi dan bermanfaat. Kain perca bisa diolah menjadi produk-produk yang bernilai jual tinggi seperti taplak meja hias, penutup galon air, sarung bantal hias.

“Saya bangga karena sasaran pelatihan ini untuk masyarakat yang sedang mencari pekerjaan dari keluarga petani tembakau dan ibu PKK di masing-masing wilayah turut dilibatkan dalam pelatihan ini. Ini merupakan kolaborasi yang baik,” katanya.

Adapun strategi yang tepat dalam usaha rumahan kain perca antara lain, menciptakan desain atau model yang unik, dapat menambah daya tarik kemasan, bisa memanfaatkan momen dan event tertentu, serta mengikuti tren yang sedang populer dan melakukan promosi di pameran.  “Dengan pelatihan berdasarkan unit kompetensi melalui pelatihan pengolahan kain perca,” bebernya.

Juma’ati menambahkan, pelatihan ini memberikan wawasan dan ilmu baru serta mengembangkan dan menciptakan modifikasi baru di dunia usaha keluarga dengan mengolah limbah kain sekaligus promosi daur ulang Kabupaten Situbondo.

“Meningkatnya pendapatan ekonomi keluarga peserta pelatihan yang akan mendorong kemandirian dalam keluarga,”ujarnya.

Sementara itu, Inani salah seorang  peserta pelatihan dari Kecamatan Mlandingan mengatakan, jika sebelumnya tidak tahu apa-apa tentang menjahit atau merangkai kain, dari pelatihan Ia mengaku sangat bermanfaat karena disamping dapat ilmu dan pengetahuan hingga dapat menambah penghasilan keluarga.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans Situbondo) yang telah mempercayakan kepada kami sebagai peserta dan semoga pelatihan ini bermanfaat untuk masyarakat teruma keluarga petani tembakau di wilayahnya.” bebernya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Aris