FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Diduga Depresi

Seorang Ibu dan Anak di Tulungagung Tewas Bunuh Diri Tenggak Racun Tikus

Peristiwa     Dibaca : 295 kali Penulis:
Seorang Ibu dan Anak di Tulungagung Tewas Bunuh Diri Tenggak Racun Tikus
FaktualNews.co/Hammam.
Proses olah TKP setetelah ditemukan seorang ibu dan anak tewas diduga bunuh diri di Tulungagung.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, Senin (15/08/2022) geger. Pasalnya, ditemukan seorang ibu dan anaknya tewas mengenaskan di dalam rumahnya.

Diduga ibu dan anak tersebut meninggal karena meminum racun tikus. Aksi nekat korban itu, diduga mengalami depresi setelah berpisah dengan suaminya beberapa tahun lalu.

Kapolsek Karangrejo, AKP Sudariyanto mengatakan, korban merupakan seorang ibu berinisal YM (43) dan anaknya berinisial MKI (5). Peristiwa itu bermula ketika adik YM yang pergi ke rumah korban sekitar 07.30 WIB.

Ketika adik YM sampai pintu rumah korban dalam kondisi terkunci dan tidak ada aktivitas dari korban. Dari situlah muncul kecurigaan, hingga akhirnya pintu rumah korban dibuka secara paksa.

“Ketika pintu rumah korban sudah dibuka, saksi langsung mencari keberadaan korban. Pada saat berada di lantai dua, saksi dikejutkan dengan keberadaan korban dan anak korban yang sudah meninggal dunia dengan mengenaskan,” tuturnya.

Akhirnya dari kejadian itu, kepala desa setempat langsung melaporkan ke Polsek Karangrejo. Mendapatkan informasi tersebut, polisi langsung bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan.

“Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Tulungagung serta Puskesmas Karangrejo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun di TKP, ditemukan dua botol racun tikus, dua gelas, satu sendok serta sebuah handphone,” ujarnya.

AKP Sudariyanto menjelaskan, diduga korban meninggal karena bunuh diri dengan cara meminum racun tikus. Dari informasi yang diterima, diketahui korban YM mengalami depresi setelah berpisah dengan suaminya.

Bahkan pada tiga tahun lalu ketika masih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan, dia dipulangkan karena kondisi jiwanya tidak stabil.

“Kami menduga korban nekat bunuh diri karena mengalami depresi,” jelasnya.

Dokter Puskesmas Karangrejo, Alfi menambahkan, pada saat ditemukan kondisi anak sudah kaku. Sedangkan pada mulutnya mengeluarkan busa. Sedangkan untuk kondis sang ibu, tubuhnya sudah kaku.

Selain itu, hidungnya juga mengeluarkan carian. Namun busa yang keluar dari mulutnya tidak sebanyak busa yang dikeluarkan anaknya.

“Ketika korban meminum racun tikus itu efeknya sangat cepat pada tubuh. Kami menduga kematian korban kurang dari 12 jam dari pemeriksaan yang kami lakukan,” imbuhnya. (Hammam).

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin