FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Dugaan Perpeloncoan di Ospek Fakultas Teknik, Rektorat Unej Bentuk Tim Investigasi

Peristiwa     Dibaca : 73 kali Penulis:
Dugaan Perpeloncoan di Ospek Fakultas Teknik, Rektorat Unej Bentuk Tim Investigasi
Konferensi pers Rektorat Universitas Jember soal dugaan perpeloncoan ospek di Fakultas Teknik.

JEMBER, FaktualNews.co-Kabar adanya dugaan tindakan perpeloncoan (perundungan, red), pada kegiatan ospek atau akrab disebut kegiatan Pengenalan dan Pembekalan Mahasiswa Baru (P2MB) di Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej). Pihak Rektorat Unej langsung membentuk tim investigasi untuk mengungkap kebenaran kabar tersebut.

Menurut Wakil Rektor (Warek) 1 Universitas Jember Profesor Slamin, saat konferensi pers di Gedung Rektorat Unej, Selasa (20/9/2022). Pihaknya mengaku tidak tahu dengan adanya kegiatan ospek yang dilakukan di Fakultas Teknik Unej itu.

“Kemudian sudah terekspos baru kami mendengar. Sehingga dari ini (tindak perpeloncoan saat ospek) kita melakukan langkah antisipasi ke depannya agar tidak terjadi lagi ke depannya,” kata Slamin saat giat konferensi pers.

Slamin pasti akan melarang kalau perlu menghentikan kegiatan (ospek yang ada tindak perpeloncoan). Karena masih banyak kegiatan-kegiatan positif yang lain. Yang lebih mengedepankan intelektual karena sekarang kan sudah era metaverse. “Karena kami ingin mahasiswa lebih kreatif dan inovatif. Kami tidak akan tinggal diam, dan akan melakukan evaluasi menyeluruh,” sambungnya.

Sebagai langkah strategis yang dilakukan, lanjutnya, pihak Rektorat Unej membentuk tim investigasi. Dari beberapa orang bagian dari Unej. “Untuk jumlah InsyaAllah ada 7 orang untuk tim investigasi ini, yang juga akan ada dari level atas (Pihak Rektorat) untuk pengarah dan pengawas langsung. Yang jelas dari semua unsur yang bisa bekerja secara independen dan profesional,” sebutnya.

Profesor Slamin menjelaskan, untuk tim investigasi bentukan Rektorat Unej itu. Pihaknya enggan menyebutkan secara rinci, namun diyakini bahwa anggota tim tersebut sanggup bekerja secara profesional dan independen.

“Kami sudah mengantongi beberapa nama dan kami jamin tim kami independen. Kami melibatkan beberapa unsur, dan bukan dari Fakultas Teknik. Karena kami ingin betul-betul (menjaga) konflik of interest, dan benar-benar independen. Yang pasti tim investigasi juga dari LP3M. Karena memang yang mengawal dan memonitoring evaluasi dari PK2M, juga di-support dari SPI (Satuan Pengawasan Internal),” bebernya.

Selain itu ditambahkan Slamin bila tim tersebut juga ada dari tim hukum Unej yang lebih paham soal aspek hukum. Juga dari pokja kemahasiswaan. Karena tujuan ospek ini untuk menumbuhkan bakat dan minat dari mahasiswa baru harusnya.

Slamin juga menegaskan, tim investigasi itu nantinya bekerja cepat dengan target menyelesaikan dan mengungkap kasus dugaan perpeloncoan dengan cepat.

“Untuk target kerja tim investigasi ini paling lambat satu minggu. Nanti akan kita sampaikan hasilnya. Karena ini kan tim internal, juga harus berimbang dari sisi panitia ataupun sisi mahasiswa barunya. Karena untuk mahasiswa baru juga tidak hanya dari korban, tapi mungkin dari maba yang lain. Untuk mengetahui lebih lanjut soal giat ospek itu. Juga meminta informasi dari dekanat Fakultas Teknik,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Aris