FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kesemutan, Gejala Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kesehatan     Dibaca : 262 kali Penulis:
Kesemutan, Gejala Penyebab dan Cara Mengatasinya
FaktualNews.co/Istimewa.
Ilustrasi.

SURABAYA, FaktualNews.co – Kesemutan adalah sensasi seperti tertusuk jarum atau mati rasa di bagian tubuh tertentu. Parestesia bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering terjadi di tangan, kaki, dan kepala.

Kesemutan atau parestesia dapat terjadi sementara atau dalam jangka panjang. Kesemutan yang sementara terjadi akibat tekanan pada saraf tertentu, misalnya saat tidur dengan menindih lengan atau duduk bersila. Kesemutan kadang juga dapat muncul setelah berolahraga.

Kesemutan yang bersifat sementara akan hilang ketika sudah tidak ada tekanan pada saraf. Sedangkan kesemutan yang berkepanjangan bisa menjadi gejala suatu penyakit, seperti diabetes. Pemeriksaan ke dokter perlu dilakukan jika kesemutan terjadi secara berulang dan terus-menerus tanpa sebab yang jelas.

Penyebab Kesemutan

Penyebab kesemutan tidak selalu bisa dipastikan. Kesemutan yang terjadi sementara disebabkan oleh tekanan pada saraf atau terhambatnya sirkulasi darah.

Kondisi tersebut bisa terjadi ketika menekuk kaki terlalu lama, misalnya saat duduk bersila, atau ketika tidur dengan tangan tertindih. Kesemutan juga bisa terjadi akibat gerakan berulang, misalnya bermain biola atau tenis.

Sedangkan kesemutan yang terjadi secara berkepanjangan dapat menjadi tanda adanya suatu penyakit, seperti:

  • Kekurangan vitamin B12
  • Penyakit infeksi, seperti HIV/AIDS, herpes zoster, hepatitis B, hepatitis C, dan penyakit Lyme
  • Penyakit sistem kekebalan tubuh, seperti lupus, sindrom Sjögren, sindrom Guillain-Barre, penyakit celiac, dan rheumatoid arthritis
  • Efek samping obat kemoterapi, obat anti kejang, dan obat untuk HIV/AIDS

Pada beberapa kasus, kesemutan bisa terjadi hanya di tangan dan kaki atau hanya di kepala, seperti akan dijelaskan di bawah ini:

Kesemutan di tangan dan kaki

Kesemutan di tangan dan kaki paling sering disebabkan oleh neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat penyakit diabetes. Kondisi lain yang dapat memicu kesemutan di tangan dan kaki antara lain:

  • Kehamilan
  • Kista ganglion
  • Gagal ginjal
  • Carpal tunnel syndrome
  • Saraf kejepit (hernia nukles pulposus)
  • Kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme)
  • Paparan zat kimia, seperti arsenik atau merkuri
  • Spondylolisthesis

Kesemutan di kepala

Kesemutan di kepala sering kali tidak perlu dikhawatirkan. Namun, pada beberapa kasus, kesemutan di kepala bisa menjadi tanda dari kondisi berikut:

  • Sinusitis
  • Stres
  • Gangguan kecemasan
  • Gangguan elektrolit
  • Migrain
  • Cedera kepala
  • Hipertensi
  • Konsumsi minuman beralkohol
  • Penyalahgunaan narkoba
  • Epilepsi
  • Multipel sclerosis
  • Tumor otak

Gejala Kesemutan

Kesemutan atau parestesia bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, tetapi sering kali dirasakan di tangan, kaki, atau kepala. Saat terjadi kesemutan, area yang terdampak umumnya akan merasakan gejala berikut:

  • Mati rasa
  • Lemah
  • Sensasi seperti tertusuk jarum
  • Rasa terbakar atau malah dingin

Keluhan tersebut dapat terjadi sesaat atau berkepanjangan. Bila berkepanjangan, bagian tubuh yang kesemutan bisa menjadi kaku. Bahkan, kesemutan di kaki bisa mengakibatkan penderitanya sulit berjalan.

Karakteristik gejala atau munculnya gejala lain yang menyertai kesemutan bisa berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya. Misalnya, pada kesemutan yang disebabkan oleh neuropati diabetic, gejala bisa menjalar naik dari telapak kaki ke tungkai atau dari tangan ke lengan.

Kapan harus ke dokter

Kesemutan yang terjadi sesekali tidak perlu dikhawatirkan. Namun, periksakan diri Anda ke dokter apabila mengalami kesemutan yang berkepanjangan atau berulang, karena kondisi tersebut bisa menjadi tanda suatu penyakit.

Pemeriksaan oleh dokter juga perlu dilakukan secepatnya jika kesemutan terjadi di kepala, makin memburuk, disertai nyeri, dan menyebabkan gangguan saat berjalan atau lemah di area yang kesemutan.

Komplikasi penyakit diabetes pada saraf merupakan salah satu penyebab kesemutan. Oleh sebab itu, bila Anda menderita diabetes, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk memantau perkembangan penyakit.

Diagnosis Kesemutan

Untuk mendeteksi penyebab kesemutan yang berkepanjangan, dokter akan menanyakan gejala dan aktivitas pasien. Dokter juga akan menanyakan riwayat penyakit pasien dan pengobatan yang sedang dijalani. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan saraf.

Setelah itu, dokter dapat menjalankan pemeriksaan di bawah ini:

  • Tes darah, untuk memeriksa kadar elektrolit, vitamin, hormon, dan zat kimia dalam darah
  • Pemeriksaan fungsi saraf, meliputi tes aktivitas listrik otot (elektromiografi) dan tes kecepatan hantar saraf (nerve velocity test)
  • Pemindaian, seperti foto Rontgen, CT scan, atau MRI
  • Pemeriksaan lumbal pungsi (spinal tap), yang dilakukan dengan mengambil sampel cairan saraf tulang belakang
  • Biopsi, yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan kulit atau saraf untuk diperiksa di laboratorium.

Pengobatan Kesemutan                                                   

Pengobatan kesemutan atau parestesia tergantung pada penyebabnya. Jika kesemutan yang dialami pasien merupakan gejala dari suatu penyakit, dokter akan mengobati penyakit tersebut, misalnya dengan:

  • Mengendalikan kadar gula darah bila penyebabnya adalah diabetes
  • Memberikan suplemen vitamin B12, bila penyebabnya adalah kekurangan vitamin B12
  • Menurunkan tekanan darah bila penyebabnya adalah hipertensi

Selain beberapa upaya di atas, dokter akan meresepkan obat guna meredakan gejala, seperti pregablin atau gabapentin, untuk meredakan keluhan neuropati diabetik. Dokter juga dapat mengganti atau menghentikan obat yang memicu parestesia.

Pada kondisi tertentu, misalnya kesemutan yang disebabkan oleh saraf kejepit atau kista ganglion, dokter dapat melakukan operasi.

Pencegahan Kesemutan

Kesemutan tidak selalu bisa dicegah, tetapi frekuensi kemunculannya dapat dikurangi dengan melakukan sejumlah upaya berikut ini:

  • Hindari melakukan gerakan berulang yang dapat menekan saraf.
  • Istirahat secara berkala jika sering melakukan gerakan secara berulang.
  • Bangun atau berjalan dulu selama beberapa saat setelah duduk dalam waktu yang lama.
  • Rutin berobat dan pantau kadar gula darah bila menderita diabetes.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin
Sumber
alodokter.com