Kesehatan

Rambut Kemaluan, Inilah Fungsi dan Cara Merawatnya

SURABAYA, FaktualNews.co – Seperti halnya bagian tubuh lain, rambut di alat vital juga memiliki fungsi tersendiri. Inilah fungsi rambut di alat vital melalui fakta berikut ini.

Pernahkah Anda berpikir tentang fungsi rambut kemaluan? Banyak yang mengira rambut kemaluan hanya ‘hiasan’. Tak sedikit pula yang menganggap fungsi rambut di alat vital adalah untuk melindungi ‘benda sakral’ dari paparan dunia luar.

Padahal, fungsi rambut kemaluan lebih dari itu, lho. Rambut tersebut bahkan disebut mampu menurunkan risiko penyakit yang menyerang area vital Anda.

Tidak percaya? Yuk, cari tahu fakta tentang fungsi rambut di alat vital Anda!

Fungsi Rambut Kemaluan Menurut Medis

Rambut kemaluan biasanya muncul pada orang yang memasuki masa pubertas, yaitu di sekitar usia 11 atau 12 tahun. Rambut tersebut bukan sekadar ‘hiasan’, tapi memiliki fungsi yang lebih krusial.

Berikut ini adalah beberapa fungsi rambut di alat vital menurut medis:

  1. Mencegah Penyakit Kelamin

Sama halnya dengan bulu mata dan bulu hidung, rambut yang tumbuh di kemaluan memiliki fungsi utama untuk melindungi ‘benda sakral’ yang Anda miliki dari paparan kotoran, debu, dan infeksi mikroba.

Folikel rambut kemaluan akan menghasilkan minyak yang disebut dengan sebum. Minyak inilah yang berfungsi mencegah bakteri berkembang biak di area kelamin.

Berkat rambut kemaluan, Anda tidak akan mudah terkena infeksi saluran kemih, infeksi jamur atau bakteri pada vagina, penyakit menular seksual, dan selulitis.

  1. Menambah Gairah Seksual

Rambut di kemaluan disinyalir dapat menghasilkan feromon, yaitu zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat seksual pada lawan jenis.

Selain itu, rambut pada kemaluan juga diduga bisa membuat organ intim tetap hangat. Bagi beberapa orang, suhu hangat pada organ intim dapat mempengaruhi gairah saat berhubungan seksual.

  1. Mengurangi Gesekan

Dikatakan dr. Adeline Jaclyn, fungsi rambut di alat vital adalah untuk mengurangi gesekan yang terjadi di organ intim, baik saat berhubungan seksual ataupun aktivitas lainnya.

Rambut pada kemaluan kerap disebut sebagai pelumas kering, sehingga dapat menurunkan risiko iritasi.

Kenapa Ada Orang yang Mencukur Rambut di Alat Vital?

Hampir setiap orang pernah mencukur rambut di kemaluan, setidaknya satu kali sepanjang hidupnya. Orang-orang melakukan hal tersebut karena berbagai alasan, seperti:

Preferensi Pribadi

Beberapa orang mungkin suka mencukur rambut di kemaluannya untuk mendapatkan sensasi yang bersih.

Preferensi Pasangan

Sekitar 60 persen pria dan 24 persen wanita cenderung lebih suka memilih pasangan “tanpa rambut” di kemaluannya.

Persiapan untuk Aktivitas Seksual

Terdapat beberapa aktivitas seksual yang bisa terganggu akibat adanya rambut di kemaluan. Orang-orang yang tak ingin mengalami hal tersebut biasanya tak sungkan mencukur rambut di kemaluannya.

Lantas, apakah mencukur rambut di kemaluan diperbolehkan secara medis? Menurut dr. Adeline, mencukur rambut di kemaluan memiliki risiko terkena luka, infeksi kulit, serta infeksi menular seksual.

Terlepas dari kemungkinan tersebut, mencukur rambut kemaluan boleh saja dilakukan asalkan dilakukan dan dirawat dengan cara yang tepat.

“Boleh-boleh saja (mencukur rambut kemaluan), selama dapat menjaga kebersihan dan kesehatannya,” tegas dr. Adeline.

Tips Mencukur Rambut di Kemaluan

Ingin mencukur habis rambut di kemaluan karena alasan tertentu? Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda ikuti agar terhindar dari efek samping merugikan:

  • Usahakan menggunakan alat cukur manual, agar lebih mudah dikendalikan.
  • Sebelum mencukur, sebaiknya mandi atau basahkan terlebih dahulu rambut di kemaluan Anda. Hal ini bertujuan agar Anda lebih mudah mencukurnya.
  • Gunakan pelumas atau krim cukur yang tepat. Tindakan ini dapat mencegah iritasi saat mencukur.
  • Gunting rambut kemaluan agar lebih pendek. Setelahnya, tarik lembut kulit di sekitar kemaluan, cukur searah dan secara perlahan agar tidak terjadi iritasi maupun luka.

Pastikan area kemaluan bebas kotoran dan kering sempurna setelah Anda mencukur bulunya. Hindari mengaplikasikan minyak, krim, atau bahan lainnya pada kulit di sekitar organ intim Anda.

Selain itu, hindari pula mandi air hangat. Hal ini dilakukan agar pori-pori kulit di area kemaluan tidak tersumbat atau iritasi sehingga memicu jerawat atau rasa tidak nyaman.

Tindakan ini dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat di area kemaluan, serta menyebabkan nyeri dan perih pada organ intim Anda.

Fungsi rambut kemaluan memang sangat beragam. Namun, tidak ada salahnya bila Anda ingin mencukurnya sesekali demi kenyamanan. Lakukan dengan tepat dan hindari mencukur rambut kemaluan terlalu sering karena malah menghilangkan fungsinya.