FaktualNews.co

Kabupaten Jember Dapat Hadiah Rp10 Miliar dari Kemenkeu, Begini Tanggapan Bupati Hendy

Birokrasi     Dibaca : 343 kali Penulis:
Kabupaten Jember Dapat Hadiah Rp10 Miliar dari Kemenkeu, Begini Tanggapan Bupati Hendy
FaktualNews/Muhammad Hatta/
Bupati Jember, Hendy Siswanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

JEMBER, FaktualNews.co – Dinilai mampu menekan laju inflasi di bawah level nasional, Kementerian Keuangan Republik Indonesia memberikan hadiah sebesar Rp 10 miliar kepada masing-masing sepuluh provinsi di Indonesia.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, hadiah atau reward ini nantinya akan disampaikan dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID) untuk daerah.

Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah yang juga mendapat hadiah dari Menteri Keuangan ini, karena dianggap berhasil menekan laju inflasi di bawah level nasional.

Jember merupakan salah satu dari 15 kabupaten yang mendapat hadiah dalam bentuk DID itu.

Menanggapi hal itu, Bupati Jember Hendy Siswanto mengaku mengetahui adanya hadiah yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan.

Menurut Hendy, adanya hadiah dalam bentuk DID itu, merupakan upaya dari masyarakat Jember, terutama para pelaku UMKM, juga OPD, karena telah membuat kegiatan-kegiatan besar, yang menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Jember dapat DID (Dana Insentif Daerah) sebesar Rp 10,39 Miliar karena bisa menekan inflasi. Ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa dari masyarakat Jember. Adanya pergerakan ekonomi ini, dampak yang bisa dirasakan. Artinya dengan banyaknya penduduk di Jember, juga dengan kearifan lokal di Jember. Kita mampu menekan inflasi dan dapat dirasakan hasilnya,” kata Hendy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (27/9/2022).

Untuk menggerakkan ekonomi di Jember, lanjut Hendy, perlu diwujudkan dalam bentuk sinergi bersama. Terlebih di tengah kondisi kenaikan BBM.

“Tentunya dari upaya menekan inflasi ini, tujuan untuk menjaga pergerakan ekonomi. Juga bagaimana kita secara bersama meningkatkan daya beli masyarakat. Tipsnya adalah kolaborasi dan sinergi itu,” ungkapnya.

“Seperti kolaborasi dengan Forkopimda, karena didukung oleh kegiatan-kegiatan besar dari Polres dan Kodim di Jember. Jadi ada banyak kegiatan pengumpulan masyarakat, sehingga perekonomian ini terangkat juga bergerak,” sambungnya.

Diakui juga oleh Hendy, kegiatan dari ormas seperti halnya PCNU dengan kegiatan mengumpulkan massa, juga dukungan perguruan tinggi di Jember dengan KKN kolaboratif juga ikut menggerakkan perekonomian ini.

Namun demikian, terkait nantinya DID itu akan digunakan bagaimana, Hendy mengaku pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan para OPD.

“Untuk uang ini belum tahu kami apakan, masih akan kami diskusikan lagi. Tentunya untuk dipergunakan maksimal pergerakan ekonomi,” katanya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid