FaktualNews.co

Begini Kronologi Kericuhan Aremania hingga Menelan Ratusan Korban Jiwa

Bola     Dibaca : 295 kali Penulis:
Begini Kronologi Kericuhan Aremania hingga Menelan Ratusan Korban Jiwa
FaktualNews/Risky Didik Pramanto/
Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan, buntut kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam. Sumber (TribunJateng.com)

SURABAYA, FaktualNews.co – Derby panas yang mempertemukan Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam berakhir ricuh. Suporter Arema yang tak terima timnya kalah dari Persebaya pun turun ke lapangan dan merusak fasilitas stadion Kanjuruhan.

Arema FC pada pertandingan semalam, kalah dengan skor 2-3 dari Persebaya Surabaya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, menyebutkan, proses pertandingan hingga selesai tidak ada permasalahan. Kericuhan terjadi pada saat pertandingan telah selesai, lantaran ada rasa kekecewaan dari penonton yang melihat tim kesayangannya tidak pernah kalah saat main di kandang.

“Selama 23 tahun bertanding tidak pernah kalah namum pada malam ini kalah dengan Persebaya,” kata Irjen Pol Nico Afinta.

“Kekalahan itu yang membuat para suporter turun ke lapangan dan berusaha mencari official dan pemain untuk menanyakan kenapa tim kesayangannya sampai kalah atau melampiaskan kekecewaan,” tambahnya.

Lanjut Nico, oleh karena itu, petugas keamanan berusaha melakukan upaya pencegahan dan melakukan upaya pengalihan supaya mereka tidak bertambah masuk ke tengah lapangan.

Dalam prosesnya itu, untuk melakukan upaya pencegahan sampai dilakukan tembakan gas air mata, karena sudah mulai anarkis, menyerang petugas, merusak mobil. Dan karena adanya gas air mata, maka mereka pergi keluar ke suatu titik.

Kemudian terjadi penumpukan dan terjadi sesak nafas atau kehabisan oksigen, dan sudah ada upaya pertolongan dari tim medis dan dievakuasi ke rumah sakit.

“Terkait dengan hal tersebut, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota polri dan 125 suporter,” lanjut dia.

Yang meninggal di dalam stadion ada 34 orang, kemudian yang lain meninggal di rumah sakit saat proses pertolongan. Lalu ada 13 mobil yang rusak, 10 di antaranya mobil dinas Polri, dan mobil pribadi.

“Dan masih ada 180 orang dalam proses perawatan,” ujarnya.

Dari kurang lebih empat puluh ribu penonton yang hadir, tidak semuanya anarkis dan tidak semuanya kecewa. Hanya sebagian dari mereka yang turun ke lapangan.

“Sekali lagi kami berbela sungkawa dan akan melakukan langkah-langkah dengan steakholder terkait supaya ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid