FaktualNews.co

Suporter Arema Asal Jember, Pergi karena Cinta, Pulang Tinggal Nama

Peristiwa     Dibaca : 340 kali Penulis:
Suporter Arema Asal Jember, Pergi karena Cinta, Pulang Tinggal Nama
FaktualNews/Muhammad Hatta/
Keluarga korban saat menunjukkan foto korban usai dikabarkan meninggal.

JEMBER, FaktualNews.co – Dua warga asal Jember juga menjadi korban dalam kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) malam.

Korban yakni Faiqotul Hikmah (22) warga Jalan MH Thamrin, Lingkungan Gladak Pakem, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, dan Noval Putra (19) warga Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember.

Saat mobil ambulans datang ke rumah korban, isak tangis keluarga korban langsung pecah.

Untuk korban Faiqotul Hikmah, mobil ambulans sampai di rumah duka sekitar pukul 08.00 WIB.

“Tadi setelah diturunkan dari mobil ambulans, ada memar gitu sama di sini (sambil menunjuk sekitar pinggang), ada lebam sedikit. Pada bagian wajah juga ada memar,” kata Kakak Korban, Nurlaela saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Minggu (2/10/2022).

Terkait kejadian yang menimpa adiknya itu, lanjut Nurlaela, pihak keluarga mengaku kaget dan terkejut. Karena saat berangkat ke Malang, anak nomor lima dari lima bersaudara tersebut, berangkat ke Malang dalam kondisi sehat, dan saat itu sedang libur kerja.

“Korban naik motor ke Malang, rombongan 14 orang. Tahunya jadi korban ada temannya yang di Wirowongso mengabari kalau jadi korban. Mengabari lewat telpon sekitar pukul setengah 12 malam,” kata Nurlaela dengan raut wajah sedih.

“Berangkat menonton dari Jember kemarin sekitar pukul 5 seperempat, karena libur kerja. Kan adik saya kerja di pabrik pengemasan edamame. Ada dua orang yang berangkat dari rumah. Dengan temannya itu. Tapi sepertinya banyak juga yang berangkat,” sambungnya.

Kecintaan adiknya terhadap Arema FC itu, kata Nurlaela, memang tidak bisa dibendung. Setiap pertandingan sepak bola, dan ada kesempatan, adiknya selalu berangkat ke Malang.

“Bulan kemarin juga atau kemarin gitu, gak sampai sebulan juga ke Malang nonton,” katanya.

Soal kabar meninggalnya Faiqotul Hikmah, menurut teman korban Abdul Muqit, diketahui setelah kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Berangsur mereda.

“Awal mau masuk stadion sempat hilang kontak. Saat itu Faiq pegang tiket dan sudah masuk dalam stadion. Saya di luar stadion karena belum punya tiket,” kata Muqit saat dikonfirmasi terpisah.

Pria warga Wirowongso, Jenggawah ini mengatakan, saat mencari korban di tengah kericuhan, Muqit bertemu temannya yang lain dan memberi kabar jika korban ditemukan di dalam stadion. Tapi kondisinya dikabarkan sudah meninggal.

“Korban posisi dalam gedung stadion dan sudah ditutupi kain putih. Seperti mukenah,” ucapnya.

“Selain Faiq juga ada teman korban lain, Noval,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Koordinator Supporter Berni, Joni Budi Utomo. Kejadian yang dialami dua korban supporter Arema FC. Dinilai karena kurangnya koordinasi antar supporter.

“Karena memang tidak terkoordinir dengan baik. Total pastinya (jumlah supporter Arema asal Jember) belum tahu. Karena mereka berangkat berkelompok. Ada 14 motor yang bareng-bareng. Bertemu di Jubung (Rest Area Kecamatan Sukorambi). Ada juga mobil Travel dan Elf yang berhenti di Tanggul,” kata pria yang akrab dipanggil Job Utomo ini.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid