FaktualNews.co

Makam Mantan Kepala SMP Muhammadiyah Lamongan Dibongkar, Diduga Meninggal Tak Wajar

Peristiwa     Dibaca : 904 kali Penulis:
Makam Mantan Kepala SMP Muhammadiyah Lamongan Dibongkar, Diduga Meninggal Tak Wajar
FaktualNews.co/Faisol.
Saat pembongkaran makam mantan Kepala SMP Muhammadiyah Lamongan.

LAMONGAN, FaktualNews.co – Diduga meninggal tak wajar, makam mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Muhammadiyah II Sukodadi, Buysro (64) dibongkar polisi. Jasad korban diketemukan pada Kamis (25/8/2022) lalu di hutan Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Makam tersebut di Desa Menoggo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Sejumlah anggota Polres Lamongan yang dipimpin Kanit Aipda Kusnandar Unit 1 Satreskrim Polres Lamongan berserta anggotanya dan Polsek jajaran serta Dokes Forensik Polda Jatim.

“Iya mas. Tadi kita hanya pengamanan saja mas, karena TKP di Ngawi,” kata Ipda Kusnandar, Rabu (19/10/2022).

Pembongkaran makam dilakukan atas keinginan keluarga karena selama ini, keluarga merasa korban meninggal dunia secara tak wajar. Sebab saat ditemukan mata dan telinga korban mengeluarkan darah.

“Awalnya korban ini ditemukan sebagai Mr.x di hutan di Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Karena pihak keluarga menganggap kematiannya tak wajar maka dilakukanlah pembongkaran makam ini, kata pengacara keluarga,” ujar Yuris Justitio Hakam Putra, saat di lokasi pembongkaran makam.

Sebenarnya sejak awal, lanjut Hakam, pihak keluarga sudah menaruh curiga atas kematian korban dimana korban ditemukan di daerah Ngawi, padahal saat itu yang bersangkutan tidak punya agenda maupun kegiatan apapun di sana. Atas dasar itu, akhirnya keluarga meminta agar makam korban dibongkar.

“Karena adanya dugaan kematiannya tidak wajar jadi ini dilakukan otopsi agar mengetahui penyebab kematian almarhum Busro. Diharapkan bisa menemukan titik terang,” harapnya.

Di lokasi pembongkaran juga dihadiri pihak keluarga, Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Agung Joko Haryono berserta jajaran.

“Saat ditemukan Polres Ngawi menyimpulkan jika korban bukanlah korban pembunuhan akan tetapi korban meninggal dunia karena mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi,” jelas AKP Agung Joko Haryono.

 

 

 

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin