FaktualNews.co

Dinilai Bikin Onar, Pria Tunjukkan Senjata Air Softgun di RSD Besuki Dipolisikan

Hukum     Dibaca : 844 kali Penulis:
Dinilai Bikin Onar, Pria Tunjukkan Senjata Air Softgun di RSD Besuki Dipolisikan
FaktualNews.co/fatur
Direktur RSD Besuki Imam Haryono saat melapor ke Polsek Besuki, Situbondo.

SITUBONDO, FaktualNews.co – Dinilai bikin onar dan gaduh, Muhammad Fahrizal Hasan warga Desa/Kecamatan Besuki, Situbondo dilaporkan ke Polsek setempat.

Pria berusia 22 tahun dianggap berlagak koboi, dengan cara memperlihatkan senjata jenis airsoftgun kepada salah seorang pengunjung RSD Besuki, Situbondo.

Bahkan, ada tiga orang yang melaporkan Fahrizalke Polsek Besuki. Yakni dr Imam Haryono selaku direktur, seorang satpam RSD Besuki, Situbondo, serta seorang pengunjung RSD Besuki, yakni Dwiki warga Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur.

“Kami terpaksa melaporkan Fahrizal, karena dia bikin onar dan gaduh dengan cara menunjukan senjata jenis air softgun dibalik pingga kepada salah seorang pengunjung di RSD Besuki, Situbondo,”ujar dr Imam Haryono, Jumat (2/12/2022).

Menurut dia, akibat Fahrizal menujukan senjata jenis air softgun yang diselipkan dipinggangnya. Saat itu, puluhan pengunjung RSD Besuki langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri, karena khawatir ditembak oleh Fahrizal selaku pelapor.

“Selain mengganggu para pengunjung, namun aksi Fahrizal juga dinilai mengganggu para pasien yang sedang menjalani rawat inap di RSD Besuki, Situbondo, Jawa Timur. Aksi tersebut dilakukan pada 24 Nopember 2022 lalu,”bebernya.

Pria yang akrab dipanggil Imam berharap, dengan laporan ini, pihaknya berharap masyarakat bisa mengendalikan emosinya, agar tidak mengganggu ketertiban umum.

“Dengan laporan ini, kami berharap menjadi pelajaran bagi masyarakat yang lain,” pungkasnya.

Kasi Humas Polres Situbondo Iptu Achmad Sutrisno membenarkan Imam Haryono selaku direktur dan seorang satpam serta seorang pengunjung RSD Besuki, Situbondo, melaporkan Fahrizal yang dinilai bikin keonaran dan kegaduhan. “Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik akan memanggil terlapor, untuk dilakukan klarifikasi,”katanya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono Abdillah