Gaya Hidup

Ternyata Selera Makan Bisa Menjadi Gambaran Kepribadian Kita, Ini Penjelasannya

FaktualNews.co– Ternyata antara preferensi makanan dengan kepribadian seseorang ada kaitannya, dan ini dibuktikan dari penelitian terbaru di Oxford University. Studi yang diterbitkan di Science Direct itu merinci sembilan hal yang mungkin bisa jadi gambaran kepribadian seseorang jika menyukai makanan tertentu.

Hal ini mungkin bisa menjelaskan kebiasaan makan seseorang yang cenderung tidak lazim bagi kita seperti terlalu pedas, asin atau bahkan pahit. Dikutip dari Psychology Today, berikut rinciannnya.

Makanan Pahit

Kebiasaan menyukai makanan pahit menunjukkan kecenderungan seseorang dengan kepribadian serupa alias bitter person. Artinya, kita mungkin memiliki tingkat sifat antisosial atau psikopat yang lebih tinggi.

Sebuah studi melakukan survei pada 953 orang Amerika dan menemukan preferensi makanan pahit memprediksi sifat antisosial, khususnya psikopati, agresi, dan terutama kesadisan sehari-hari, atau mengalami kesenangan dari rasa sakit orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, selera pada makanan yang pahit ini juga dikaitkan secara negatif dengan keramahan. Rasa pahit juga bertentangan dengan naluri biologis kita sehingga peneliti berpendapat ini ada hubungannya.

Para psikopat mungkin menyukaiya katena rasa tidak enak yang ditimbulkan oleh makanan tersebut kepada orang lain. Selain itu, makan makanan pahit telah ditemukan dalam penelitian sebelumnya menyebabkan permusuhan.

Makanan Manis

Seperti makanan pahit, ada hubungan dua arah antara makanan manis dan kepribadian sehingga makan makanan manis bisa membuat kita lebih menyenangkan dan menghibur.

Para peneliti menunjukkan bahwa rasa manis secara universal menghibur dan bermanfaat sehingga dijadikan panggilan untuk orang terkasih seperti honey atau sweetie pie.

Makanan Sehat

Terlepas manfaatnya untuk tubuh, makanan sehat menunjukkan kepribadian seseorang yang lebih terbuka, ekstrover, teliti dan lebih bahagia.

Sebuah studi terhadap lebih dari 1.000 orang dewasa muda menemukan bahwa makan buah dan sayuran terkait dengan keterbukaan yang lebih besar, ekstraversi, dan pada tingkat yang lebih rendah, kesadaran; tetapi bukan neurotisme atau keramahan.

Para peneliti berpendapat hal ini berkaitan dengan orang dengan sifat ini lebih bersedia bereksperimen dengan buah dan sayuran yang berbeda. Selain itu, sebuah studi terpisah menemukan bahwa orang yang berada dalam suasana hati yang lebih positif lebih menyukai makanan yang lebih sehat.

Makanan Pedas

Penyuka cabai, merica dan makanan pedas lainnya cenderung memiliki kepribadian yang kerap mencari tantangan, pengalaman menantang dan kerap mendorong dirinya sendiri hingga ke batas.

Dalam penelitian laboratorium terhadap 114 pria, pria yang menggunakan ebih banyak saus tabasco pada mashed potato yang dimakannya terbukti memiliki kepribadian ekstrem itu.

Makanan Berbahaya

Selera terhadap makanan berbahaya seperti alkohol atau kerang yang beracun menunjukkan kepribadian yang suka mencari sensasi. Hal ini dibuktikan dalam studi terhadap 303 peserta lewat kuesioner soal makanan dan perilakunya.

Makanan Hambar

Rasa makanan yang tidak terlalu menonjol dan berisiko membuat kita sakit memang kurang menarik bagi sebagian orang. Tidak mengherankan jika penelitian membuktikan jika selera tersebut menandakan orang yang tidak terlalu mencari sensasi maupun tantangan.

Kafein

Penggemar kafein seperti kopi atau teh cenderung memiliki kepribadian yang tak ragu pada tantangan maupun sensasi. Hal ini dikaitkan dengan efek stimulasi kafein terhadap tubuh, berdasarkan studi laboratorium terhadap 20 orang dewasa.

Makanan Asin

Penyuka makanan asin cenderung memiliki kepribadian yang suka mencari hal baru. Namun butuh riset lebih lanjut untuk memastikan detail lainnya termasuk faktor apa yang menjadi penyebabnya.

Lebih Sedikit Makanan

Kebiasaan pilih-pilih makanan sehingga hanya mengonsumsi porsi terbatas dianggap sebagai tanda kepribadian yang tinggi akan kecemasan. Sebuah studi terhadap 318 mahasiswa menemukan bahwa individu yang lebih cemas memiliki jumlah penolakan makanan yang lebih besar, mungkin karena neurotisisme dan kurangnya “kontrol emosi”.

Picky eater juga bisa menjadi supertaster, atau orang yang memiliki lebih banyak selera dan dengan demikian merasakan rasa dengan intensitas yang lebih besar.