Peristiwa

Proyek Peningkatan Jalan Widoropayung Disoal, Banyak Pemotor Kecelakaan Akibat Sisa Material

SITUBONDO, FaktualNews.co-Pekerjaan peningkatan jalan yang menghubungkan Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki dengan Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo disoal oleh pengguna jalan, terutama para pengendara sepeda motor.

Pasalnya, pengerjaan proyek jenis hotmix dengan alokasi anggaran ratusan juta rupiah itu sudah berhenti dalam sepekan terakhir. Bahkan karena kondisinya masih banyak sisa material yang belum dibersihkan, sehingga banyak pengendara sepeda motor (pemotor) yang kecelakaan.

Misyanto, salah seorang warga Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki, Situbondo mengatakan, pengerjaan proyek hotmix itu, alokasi anggarannya DAU Kabupaten Situbondo tahun 2022 lalu, namun sejak sepekan lalu sudah tidak dikerjakan. “Penghentian pengerjaan proyek hotmix tersebut dikeluhkan. Bahkan ada sejumlah warga yang jatuh saat melintas di sepanjang  jalan. Soalnya banyak material yang berserakan di sepanjang jalan,” kata Yanto, Jumat (13/1/2023).

Menurut dia, pekerjaan proyek hotmix tersebut membuat warga kebingungan. Sebab, yang mengerjakan jalan tersebut lebih dari satu CV. Sedangkan papan nama yang terpajang hanya dua. Itupun yang baru menyelesaikan pengaspalan hanya ada satu CV sepanjang 177 meter.

“Informasi yang saya dapatkan, pekerja jalan ini kurang lebih empat CV. Tetapi yang baru menyelesaikan hotmix baru satu CV. Yang lain tidak ada kejelasan. Apakah proyek ini (peningkatan jalan) bakal dilanjutkan atau dihentikan?. Sedangkan koral dibiarkan berserakan di jalan,” bebernya.

Yanto menambahkan, dihentikannya  pekerjaan tersebut sempat dipertanyakan kepada pekerja. Namun,  jawabannya sengaja diberhentikan karena faktor cuaca yang tidak mendukung. Yaitu sering turun hujan. Padahal dalam minggu ini tidak pernah ada hujan.

“Kalau alasan karena hujan, kami memaklumi. Tetapi, sudah satu minggu tidak ada hujan, kenapa proses perbaikan tetap tidak berjalan. kan membuat masyarakat bingung,”imbuhnya.

Lebih jauh Yanto menambahkan, kualitas lapen yang dikerjakan oleh sejumlah CV juga  buruk. Terbukti, begitu ada pengendara yang lewat, jalan tersebut mengelupas. Batu yang sudah ditanam rapi banyak yang keluar.

“Jalan yang terselesaikan tidak bisa kami hilangkan. Kami anggap pemilik CV berusaha untuk melakukan pekerjaan yang terbaik. Tetapi, fakta yang terjadi jalan yang sudah dilapen malah mengelupas seperti kerupuk yang dilindas truk. Itu kan bahaya,” katanya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga pada Kantor PUPPP Kabupaten Situbondo Eko Priyonggo  Jati saat dikonfirmasi tidak memberikan komentar.

Dia justru memberikan nomor ponsel salah satu rekanan untuk dihubungi. Namun nomor tersebut belum bisa dikonfirmasi. Sebab begitu dihubungi berulang kali tidak ada respons. Padahal, pesan Whatsapp sudah masuk namun tidak dibaca.