FaktualNews.co

Terjaring Razia di Traffick Light

Belasan Anak Punk Dibina di Kantor Dinsos Situbondo

Peristiwa     Dibaca : 465 kali Penulis:
Belasan Anak Punk Dibina di Kantor Dinsos Situbondo
Kadinsos Situbondo Timbul Surjantoro memberikan arahan kepada belasan anak punk di halaman kantor dinsos.

SITUBONDO, FaktualNews.co-Kembali, petugas Satpol PP Kabupaten Situbondo menjaring anak punk. Kali ini sebanyak 12 anak punk yang terjaring penertiban, petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (24/1/2023).

Bahkan, untuk memberikan efek jera terhadap belasan anak punk tersebut. Usai terjaring razia penertiban, mereka langsung digelandang ke Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Situbondo, untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Kasatpol PP Kabupaten Situbondo Bukhari mengatakan, karena dinilai keberadaannya meresahkan sehingga pihaknya melakukan penertiban. Bahkan, dalam sepekan pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 38 anak punk.

“Kami keberadaannya sering dikeluhkan, sehingga kami langsung melakukan penertiban, dengan cara melakukan razia disejumlah traffick light tersebut,” kata Bukhari, Selasa (24/1/2023).

Menurut dia, berdasarkan pengakuan salah seorang anak punk yang terjaring razia, mereka hendak menghadiri pertemuan anak punk Nusantara di Bali, sehingga saat melintas di Kota Situbondo, mereka mencoba berhenti di sejumlah traffick light di Situbondo.

“Untuk hari ini (Selasa red-), sebanyak 12 anak punk asal Jawa Barat yang diamankan. Dua anak punk di antaranya asal Situbondo,” katanya.

Buhari menambahkan bila anak punk sangat kompak. Bahkan, begitu anak punk asal Jawa Barat terjaring razia, dua anak punk asal Situbondo justru nyusul ke kantor Satpol PP Kabupaten Situbondo.

“Sebetulnya, kami mengamankan sebanyak 10 anak punk asal Jabar. Namun, anak punk asli Situbondo juga datang ke sini (kantor Pol PP red-), mereka juga minta diamankan juga.

Soalnya harus menjamu teman-temannya dari Jabar,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Situbondo Timbul Surjantoro mengatakan, untuk memberikan efek jera, selain dilakukan pendataan dan pembinaan selama lima hari. Selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan dinsos asal anak punk tersebut.

“Karena 10 anak punk mengaku berasal dari Jabar, sehingga kami akan berkoordinasi dengan Dinsos Jawa Barat. Selanjutnya akan mengirimkan sepuluh anak punk tersebut,” katanya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Aris