FaktualNews.co

Sebelumnya Oknum Sekdes Gantung Diri

Ngaku Sumpek, Seorang Pemuda Jember Ditemukan Tewas Tergantung

Peristiwa     Dibaca : 914 kali Penulis:
Ngaku Sumpek, Seorang Pemuda Jember Ditemukan Tewas Tergantung
FaktualNews.co/Istimewa.
Ilustrasi.

JEMBER, FaktualNews.co – Pemuda M. Irwan Mahmudi (25) warga Dusun Krajan, Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Jember, ditemukan tewas tergantung di pintu kamar rumahnya.

Jasad korban tergantung menggunakan seutas tali tampar plastik dengan panjang sekitar 1,5 meter. Posisi jasad pria kelahiran tahun 1998 ini ditemukan tergantung di atas kusen pintu kamarnya, dengan ketinggian pintu sekitar 2 meter. Jasad korban pertama ditemukan kedua orang tuanya.

Kapolsek Jombang, AKP Adam mengatakan, korban sebelum ditemukan tewas menggantung, kepada orang tuanya hanya mengaku punya beban pikiran.

Namun saat ditanya ada persoalan apa? Korban enggan terbuka dan tidak menyampaikan punya masalah apa.

“Korban pertama kali ditemukan tergantung itu oleh kedua orang tuanya. Korban ini tinggal di rumah kerabatnya, tidak bersama kedua orang tuanya. Nah pagi hari tadi sekitar pukul 5 pagi, kedua orang tuanya mengaku ada perasaan tidak enak. Bermaksud menjenguk korban. Karena ingin tahu kabarnya, sebab sudah dua hari korban tidak tampak keluar rumah,” kata AKP Adam saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Minggu (12/3/2023).

Saat didatangi orang tuanya di rumahnya, kata Adam, pintu depan rumah diketuk tidak ada jawaban dari korban.

“Rumah tempat tinggal korban dengan orang tuanya hanya berjarak beberapa meter saja. Karena diketuk pintu depan tidak ada jawaban,” ucapnya.

Karena tidak ada jawaban itu, lanjut Adam, kedua orang tua korban pinjam kunci cadangan ke neneknya korban. Karena lokasi rumah tempat tinggal korban, bersebelahan dengan rumah neneknya.

“Saat masuk rumah itu, didapati korban menggantung di depan pintu kamarnya menggunakan tali tampar plastik,” kata Adam.

Saat ditemukan, lanjut Adam, tidak ditemukan luka-luka akibat tindak penganiayaan. “Untuk luka hanya di bagian leher, bekas dari tali tampar plastik yang menggantung tubuh korban. Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri,” ulasnya.

“Untuk memastikan penyebab kematian korban, dan berapa lama tubuh korban menggantung. Rencananya akan dilakukan pemeriksaan pada tubuh korban ataupun visum luar. Tapi karena kedua orang tuanya tidak berkenan, ditegaskan dari surat pernyataan. Keluarga menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah. Sehingga langsung dimakamkan,” jelasnya menambahkan.

Terkait persoalan yang dialami oleh korban sebelum ditemukan meninggal. Diduga mengakhiri hidup dengan nekat gantung diri.

“Kalau kata orang tuanya, korban hanya terlihat murung selama dua hari belakangan. Saat ditanya, korban hanya mengaku sumpek (ada beban pikiran). Tapi ditanya disebabkan oleh apa? Korban tidak mau mengaku,” ungkapnya.

Namun demikian, kata Adam, terkait kejadian gantung diri ini. Pihaknya berharap agar kejadian serupa tidak lagi terulang.

Dikatakan AKP Adam, di wilayah hukum Kecamatan Jombang, sejak dia menjabat sebagai kapolsek selama tiga bulan sudah ada sekitar tiga kasus gantung diri.

“Terakhir itu, seorang sekdes dari daerah Umbulsari yang gantung diri di atas pohon. Saya berharap kejadian tidak lagi terulang, jika ada masalah baiknya terbuka dan meminta bantuan solusi. Jangan kemudian mengakhiri hidup dengan gantung diri,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin