FaktualNews.co

Menteri Koperasi dan UMKM RI Kunjungi Ponpes Sunan Drajat Lamongan

Pesantren     Dibaca : 840 kali Penulis:
Menteri Koperasi dan UMKM RI Kunjungi Ponpes Sunan Drajat Lamongan
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) RI, Teten Masduki berkunjung ke Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Kamis (16/3/2023).

LAMONGAN, FaktualNews.co – Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan santri di bidang perekonomian, Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat Lamongan mengembangkan dan meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Ponpes Sunan Drajat yang sebelumnya memiliki Toserba, kini bertambah memiliki restoran yang dapat membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar.

Wirausaha itu didukung oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) RI, Teten Masduki saat berkunjung ke Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Kamis (16/3/2023).

“Saya senang disini, setelah memiliki Toserba, kini punya restoran. Saya pikir Ponpes Sunan Drajat bisa menjadi role model untuk pengembangan ekonomi masyarakat,” kata Teten Masduki.

Menurut Teten, Ponpes Sunan Drajat telah mampu mengembangkan beragam usaha yang dimiliki, hingga mampu menjadi ponpes yang mandiri, bahkan bisa menyerap tenaga kerja dari yang di ambil dari para santri.

Teten berharap, Ponpes Sunan Drajat bisa mencetak para santri menjadi wirausahawan. Karena untuk menjadi sebuah negara maju, minimal harus punya 40 persen enterpreneur dari total jumlah warga negaranya.

“Terpenting menyiapkan enterpreneur. Karena untuk menjadi negara maju, minimal harus punya 40 persen enterpreneur. Untuk mencetak pengusaha memang tidak mudah. Nah Pondok ini bisa menjadi inkubator, menyiapkan santri menjadi saudagar yang tangguh,” tuturnya.

Menteri Koperasi dan UKM RI menambahkan, bahwa kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh Ponpes Sunan Drajat Lamongan termasuk mendukung program Pemerintah Pusat dalam mendorong penguatan struktur ekonomi dengan cara mencetak minimal 4 juta wirausaha baru di Indonesia.

Sebab, saat ini rasio wirausaha di dalam negeri masih sekitar 3,1 persen dari total populasi penduduk.

Sementara itu, Wakil Bupati Lamongan, Abdul Rouf, mengatakan dengan beragam unit usaha yang dijalankan, maka Ponpes Sunan Drajat tidak hanya membekali para santrinya dengan ilmu agama, tapi juga membekali ilmu berwirausaha salah satunya program prioritas Lamongan yakni UMKM Naik Kelas dan Young Entrepreneur Success.

Karena selain mendukung kemajuan ekonomi masyarakat juga diyakini akan mencetak wirausaha muda yang handal untuk masa depan.

“Ragam kegiatan perekonomian yang dirintis PP Sunan Drajat mulai dari bidang kuliner, fashion, sembako, mineral, dan lainnya dipastikan akan menjadi pusat kegiatan ekonomi bagi masyarakat. Dan tentunya juga akan mencetak wirausaha muda bertalenta, karena semua unit usaha dikelola oleh para santri disini,” tutur Wabup Lamongan, Abdul Rouf.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Perekonomian Ponpes Sunan Drajat, Anas Al-Hifni, mengungkapkan Restoran Sunan Drajat mengusung konsep semi tradisional dan semi modern.

“Meski menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari soto Lamongan nasi goreng, seafood, hingga masakan jepang. Namun harga setiap menu di Restoran Sunan Drajat cukup terjangkau.” kata Anas.

Menariknya, restoran milik pondok pesantren yang berada di bawah asuhan Kiai Ghofur tersebut, menggunakan sistem pembayaran non tunai atau menggunakan uang digital.

“Transaksi kita kemas sistem kartu, pakai e-wallet seperti kalau main di timezone. Harga makanan di sini juga murah, nasi goreng Rp 10 ribu, itu udah nasi goreng ati ampela maupun nasi goreng teri. Cocok untuk lidah pantura. Enak tapi murah,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Alfan Imroni