Advertorial

Dinsos Kabupaten Situbondo, Alokasikan Anggaran BLT DBHCHT Rp3,3 Miliar

SITUBONDO, FaktualNews.co-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Situbondo, mengalokasikan sebesar Rp3.327.300.000 dari Dana Bagi Hasil Cukai hasil Tembakau atau DBHCHT Tahun 2023,  untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT)  kepada para buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Situbondo.

Diperoleh keterangan, sebanyak 3.697 orang penerima BLT DBHCHT pada tahun anggaran 2023. Rinciannya, buruh pabrik rokok 151 orang, buruh pabrik rokok terkena PHK 10 orang dan 3.539 orang penerima buruh tani tembakau.

“Sejumlah  penerima BLT DBHCHT tahun  2023 ini, mereka tersebar pada 14 kecamatan di Kabupaten Situbondo,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo Timbul Surjanto di Situbondo, Jumat (17/11/2023).

Menurut dia, sedangkan para penerima BLT DBHCHT Tahun 2023, masing-masing penerima sebesar  Rp900.000 selama tiga bulan, yakni Oktober, November dan Desember, atau penerima bantuan tunai Rp300.000 per bulan.

“Agar BLT tepat sasaran, hingga kini, kami   masih melakukan verifikasi data penerima BLT DBHCHT 2023,”bebernya.

Lebih jauh pria yang akrab dipanggil Timbul menegaskan, sebelum bantuan tunai yang bersumber dari DBHCHT, Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, melaksanakan sosialisasi kepada 14 camat.

“Agar verifikasi data penerima cepat selesai, kami akan segera melakukan sosialisasi kepada masing-masing camat, baik mengenai teknis penyaluran maupun tempat pelaksanaannya,” ujar Timbul.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengemukakan bahwa BLT DBHCHT ini diberikan bagi masyarakat kurang mampu di 14 kecamatan penghasil tembakau.

“Bantuan langsung tunai DBHCHT ini menjadi upaya pemerintah daerah agar masyarakat yang tidak mampu bisa menikmati bantuan dengan sebaik-baiknya,” kata Bupati Karna.

Bupati juga meminta agar ke depan penyaluran BLT DBHCHT bisa lebih merata lagi, atau tak hanya menyasar 14 kecamatan yang merupakan sentra penghasil tembakau.

“Tahun mendatang bantuan semacam ini juga menyasar masyarakat kurang mampu lainnya. Karena bagaimanapun penghasil tembakau tak akan bisa bergerak ketika tak ada perokok,”pungkasnya.