FaktualNews.co

Macan Tultul Muncul di Kawasan Hutan Baluran Situbondo, Viral di Medsos 

Peristiwa     Dibaca : 371 kali Penulis:
Macan Tultul Muncul di Kawasan Hutan Baluran Situbondo, Viral di Medsos 
FaktualNews.co/Istimewa.
Tangkapan video, seekor macan tultul muncul di kawasan hutan Baluran Situbondo.

SITUBONDO, FaktualNews.co-Hati-hati saat melintas di kawasan hutan konservasi Baluran  Situbondo. Pasalnya, seekor macan tultul (pantera pardus) mulai menampakan diri di kawasan hutan Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Momen munculnya macan tultul tersebut, direkam salah seorang penumpang mobil pribadi, yang sedang melintas di jalur Pantura Situbondo, dengan  menggunakan kamera ponselnya.

Saat ini, video penampakan macan tultul tersebut viral di Medsos.

Video munculnya macan tultul diunggah akun @masyuyu24 pada Sabtu (6/7/2024). Saat ini, video tersebut  telah ditonton sebanyak 1,4 juta kali dan mendapat sebanyak 1.154 komentar nitizen.

Kepala Taman Nasional Baluran, Situbondo,   Johan Setiawan membenarkan, jika video macan tultul yang beredar di akun tiktok tersebut, pengambilan gambarnya di jalan hutan menuju Savana Bekol Taman Nasional Baluran, Situbondo.

“Diakui video tersebut  lokasinya di jalan hutan menuju Savana Bekol di kawasan hutan Taman Nasional Baluran Situbondo,”ujar  Johan Setiawan, saat dihubungi melalui ponselnya,  Minggu (7/7/2024).

Pria yang akrab dipanggil Johan menjelaskan, jika populasi macan tultul di kawasan hutan Taman Baluran Situbondo terus berkembang. Saat ini, populasinya mencapai 34 ekor.

“Macan tutul itu ada di kawasan inti konservasi, memang ada beberapa spot khusus untuk melihatnya, namun  kami tidak dapat menjelaskan,” katanya.

Johan juga menyampaikan khusus kepada pengunjung yang datang ke Taman Nasional Baluran wajib hati-hati. Hewan yang datang bisa menghampiri dari segala arah sehingga kaca mobil wajib ditutup.

Bahkan, mengunjung dilarang berkunjung  menjelang malam, karena banyak hewan liar nokturnal yang keluar mencari makan.

“Kami melarang pengunjung  masuk menjelang magrib, karena banyak hewan berkeliaran yang rata-rata nokturnal (hewan yang hidup ketika malam hari),”bebernya.

Lebih jauh Johan menjelaskan, pihaknya juga melarang pengunjung menggelar tikar dan memberi makan hewan liar, saat melewati di Savana Bekol.

“Kami juga menghimbau kepada  pengunjung yang menggunakan mobil bak terbuka sebaiknya ditutup karena, karena dikhawatirkan ada banyak hewan liar yang membahayakan masuk mobil seperti ular di pohon yang tiba-tiba jatuh,”pungkasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin