FaktualNews.co

Duduk di Balkon Tiba-tiba Pingsan dan Jatuh, Pria Tewas dari Ketinggian 4 Meter

Peristiwa     Dibaca : 384 kali Penulis:
Duduk di Balkon Tiba-tiba Pingsan dan Jatuh, Pria Tewas dari Ketinggian 4 Meter
FaktualNews/Muhammad Hatta/
Caption: Olah TKP polisi di lokasi kejadian pria jatuh dari lantai dua bangunan ruko.

JEMBER, FaktualNews.co – Pria bernama Holik Budiarto (49) warga Lingkungan Pelinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, meninggal setelah sempat dirawat di ruang IGD RSD dr. Soebandi Jember.

Pria tersebut sebelumnya mengalami luka parah pada bagian kepala. Setelah jatuh dari bangunan ruko lantai dua milik Abdul Latif yang berada di Jalan Rembangan, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jember.

Korban diduga terjatuh dari ketinggian 4 meter, saat sedang duduk di kursi di balkon lantai dua bangunan ruko. Diketahui bangunan ruko itu, sedang dalam proses pembangunan dan akan menjadi kantor sebuah perusahaan.

Kejadian yang dialami korban terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Senin (8/7/2024) siang.

“Kejadiannya berawal siang tadi, tapi baru dilaporkan warga sekitar pukul 17.00 WIB. Korban ini terjatuh dari lantai dua bangunan ruko, saat sedang duduk di atas balkon. Saat jatuh, yang pertama kali terbentur ke lantai adalah bagian kepala. Korban mengalami luka parah di kepala,” ujar Kanit Reskrim Polsek Patrang Ipda Didit Ardiana saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Dari kejadian yang dialami korban, Didit menjelaskan, saat itu sedang ada kegiatan rapat membahas proposal di lantai dua bangunan ruko.

“Saat itu ada beberapa orang, korban datang ke ruko sekitar pukul 10 siang tadi. Korban bersama rekan-rekannya sedang membahas pembenahan proposal kerja,” ucapnya.

Saat sedang rapat pembahasan, saat itu diduga korban bermaksud untuk istirahat sejenak dengan duduk di kursi yang berada di balkon.

“Tiba-tiba saat sedang duduk itu korban terlihat sempoyongan kemudian jatuh. Tapi posisi duduk di kursi itu, dekat celah antara tembok yang tidak ada pagar pembatas karena masih dalam proses pembangunan. Lebarnya celah itu sekitar 80 cm,” katanya.

“Korban langsung jatuh ke bawah dari ketinggian 4 meter. Kemudian terluka tergeletak di lantai satu. Rekan-rekan korban langsung bermaksud menolong, dengan memanggil mobil ambulans ke TKP. Korban dievakuasi ke RS Patrang (RSD dr. Soebandi Jember) untuk mendapat perawatan,” sambungnya.

Saat dievakuasi ke rumah sakit korban dalam kondisi kritis, karena luka parah pada bagian kepala. Sekitar pukul 19.30 WIB, korban dinyatakan meninggal saat proses perawatan.

“Diketahui dari pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit. Saat akan datang ke ruko untuk rapat itu, korban mengaku mengeluh sakit dan meriang. Kata keluarga juga, korban sebelumnya minta kerokan karena tidak enak badan,” ujar mantan Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang itu.

Dari kejadian tersebut, lebih lanjut kata Didik, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Dikuatkan dengan surat pernyataan dari pihak keluarga korban.

“Kejadian ini diterima sebagai sebuah musibah. Selanjutnya jenazah korban akan disemayamkan di rumah duka untuk kemudian dimakamkan,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Mufid