FaktualNews.co - Peristiwa https://faktualnews.co Tue, 18 Jun 2019 04:28:34 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2.1 Korban Jatuh dari Pohon Hanyut di Sungai Mojokerto, Ditemukan Meninggal https://faktualnews.co/2019/06/18/korban-jatuh-dari-pohon-hanyut-di-sungai-mojokerto-ditemukan-meninggal/145061/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Tue, 18 Jun 2019 03:10:12 +0000 Amanu https://faktualnews.co/?p=145061 MOJOKERTO. FaktualNews.co [1] - Proses pencarian selama 24 jam lebih, terhadap Suparji, (54) warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang hanyut di sungai Kalimas, yang jatuh saat manjat pohon berhasil ditemukan Selasa (18/6/2019) pagi. Jasad korban ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian. Komandan tim operasi SAR Surabaya, I Wayan Suyatna mengatakan, penemuan korban setelah dilakukan berbagai upaya pencarian oleh tim gabungan. "Sekitar pukul 03.30 korban baru kita temukan, jaraknya dari lokasi kejadian kurang lebih tiga kilometer,"ucapnya Selasa (18/5/2019) pagi tadi. Menurutnya, saat di temukan korban Suparji, warga Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dirinya menyebutkan, dalam upaya pencarian yang telah dilakukan, tim SAR gabungan mengerahkan empat SRU (Search and Rescue Unit) air dan satu SRU darat. SRU air yang pertama melakukan penyisiran di sekitar TKP dengan menggunakan perahu rafting. Sementara itu, SRU air yang kedua, ketiga dan keempat melakukan penyisiran di kanan dan kiri sungai secara bergantian menuju ke arah hilir. Dalam penyisiran ini, tiga SRU air ini menggunakan perahu karet yang dilengkapi dengan mesin Mopel (Motor Tempel) berkekuatan 25 PK. Di beberapa lokasi yang dicurigai, SRU air melakukan manuver perahu karet guna menciptakan gelombang air yang besar. Hal ini dimaksudkan agar korban yang semula diduga berada di dasar sungai, dapat terangkat ke permukaan. Pada saat yang bersamaan, SRU darat bergerak melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dicurigai dilewati korban. Disela-sela pemantauan darat, SRU darat menyebarluaskan informasi terkait kejadian tenggelamnya Suparji ini kepada warga yang beraktivitas di sekitar sungai. Penyebarluasan informasi kejadian ini bermanfaat apabila nantinya ada warga yang melihat tanda-tanda keberadaan korban, maka diharapkan agar melaporkannya kepada petugas yang melakukan pencarian. Dalam upaya pencarian Suparji ini, sejumlah pihak ikut berperan serta, diantaranya tim SAR Surabaya, PMI Kabupaten Mojokerto, BPBD Kabupaten Mojokerto, Polsek Jetis, Koramil Jetis, KRI, RAPI, SAR Penanggungan, Puskesmas Jetis dan warga sekitar. Setelah dievakuasi, jenazah Suparji langsung di bawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Diberitakan sebelumnya, Suparji korban tenggelam, dikabarkan hilang pada Minggu (16/06/19) sore sekitar pukul 03.00 WIB, Hal ini setelah korban mencari pakan ternakmilijlknya dengan cara memanjat pohon lantoro yang berada di bibir sugai Kalimas. Nahas, dialami Suparji saat berusaha memanjat pohon, tiba-tiba ranting patah, hingga akhirnya Suparji terjatuh dan terseret arus sungai.  Saat jatuh korban juga sempat terbentur pelengsengan. Sebab saat proses pencarai ditemukan bercak darah di sekitar lokasi korban jatuh. [1] http://MOJOKERTO.FaktualNews.co]]> Perbaiki Pompa Air, Warga Ngawi Tewas Tersengat Listrik https://faktualnews.co/2019/06/17/perbaiki-pompa-air-warga-ngawi-tewas-tersengat-listrik/145036/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 14:01:30 +0000 Zaenal Abidin https://faktualnews.co/?p=145036 NGAWI, FaktualNews.co - Seorang pria di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tewas akibat tersengat listrik saat memperbaiki pompa air di sumur rumahnya. Korban diketahui merupakan Khoirul Rozikin (36) warga Dusun Sulur Sewu, Desa Treguhan Kecamatan Paron, Ngawi. Awalnya, korban bersama orang tuanya memperbaiki pompa air yang ada di dalam sumur dibelakang rumahnya, Senin (17/06/2019) pagi. Tanpa ada firasat apapun korban masuk ke dalam sumur sedalam 8 meter tersebut lalu mengangkat pompa air untuk diperbaiki. Setelah itu pompa air tersebut diperbaiki di dalam rumah korban. Namun korban menemui kesulitan, akhirnya pompa air tersebut dibawa ke Sanuji (48) tetangga korban. Setelah pompa air berhasil diperbaiki lalu sekitar pukul 12.00 korban kembali masuk ke dalam sumur untuk memasang pompa air tersebut. Korban memasang pompa air di dalam sumur bersama orang tua korban (Abdul Murtono). Saat itu Abdul Murtono berada di atas sumur sedangkan korban berada di dalam sumur. Setelah setengah jam kemudian korban meminta pada orang tuanya untuk diambilkan klep pompa air tersebut. "Sebelumnya anak saya sempat meminta untuk mengambilkan klep pompa, setelah saya berikan saya mendengar dia ngomong "aduh" ternyata sudah jatuh di sumur," jelas Abdul Murtono saat ditemui FaktualNews.co. Setelah dilihat ternyata korban sudah dalam kondisi terjatuh ke dalam sumur. Mengetahui hal tersebut selanjutnya orang tua korban meminta bantuan pada warga sekitar untuk mengangkat anaknya. Namun nahas setelah berhasil dievakuasi korban sudah tidak bernyawa. Dari keterangan Kapolsek Paron AKP Widodo menjelaskan, bahwa korban memang diketahui meninggal akibat terkena sengatan listrik. "Dari hasil pemeriksaan korban dinyatakan meninggal akibat terkena setrum dan tidak ada indikasi akibat kekerasan," pungkas Widodo. ]]> Korupsi, Mantan Wakil Wali Kota Probolinggo Dituntut 6,6 Tahun https://faktualnews.co/2019/06/17/korupsi-mantan-wakil-wali-kota-probolinggo-dituntut-66-tahun/145032/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 13:40:53 +0000 Nanang Ichwan https://faktualnews.co/?p=145032 SIDOARJO, FaktualNews.co - Mantan Wakil Wali Kota Probolinggo Suhadak dituntut 6 tahun 6 bulan, denda Rp 200 juta, subsider 3 bulan kurungan dalam kasus korupsi Gedung Islamic Center (GIC) jilid 2. Selain tuntutan pokok, terdawa juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 775 juta, bilamana uang pengganti tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun 3 bulan. "Terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," ucap Jaksa Penuntut Umum Kejari Kota Probolinggo Ciprian Caesar membacakan surat tuntutan, Senin (13/6/219). Meski begitu, tuntutan yang dijatuhkan kepada terdakwa dinilai sudah sesuai fakta persidangan, Ciprian Caesar menilai tuntutan yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi dan sudah pernah dihukum. "Sementara untuk yang meringankan terdakwa koperatif dan tidak berbelit-belit," ungkap pria yang juga menjabat Kasi Pidsus Kejari Kota Probolinggo itu. Dalam kasus korupsi Gedung Islamic Center jilid 2 itu, keterlibatan terdakwa bukan sebagai Wakil Wali Kota Probolinggo melainkan saat itu sebagai Direktur PT Pandan Landung, rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan anggaran PUPR Kota Probolinggo senilai Rp 4,6 miliar pada tahun 2012 silam. Selain terdakwa, pengadilan telah menghukum lebih dulu 3 orang pada 2016 lalu. Mereka yang terlibat merugikan negara senilai Rp 1,4 miliar bersasama Suhadak. Ketiganya yaitu Purnomo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Johan Wahyudi selaku konsultan dalam proyek dan Dini Santi Ekawati selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Mereka divonis 1 tahun dan denda 50 juta rupiah dengan subsider 1 bulan kurungan. Perlu diketahui, pembangunan Gedung Islamic Center dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan 2012 lalu dengan nilai Rp 4,6 miliar oleh PT Pandan Landung. Tahap kedua, dilakukan tahun 2013 dengan nilai Rp 825.605.000 oleh CV Keong Mas. Sedangkan tahap ketiga, juga dilakukan di 2013 oleh CV Sari Murni dengan nilai Rp 1.150.690.000. Sementara, selain perkara yang sedang proses di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo. Suhadak kini tengah menjalani hukuman 5 tahun penjara di Lapas Kelas 2B Probolinggo sejak Februari 2018 lalu dalam kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun anggaran 2009. Kasus korupsi DAK Pendidikan 2009 dengan kerugian negara sebesar Rp15,907 Miliar itu menyeret Suhadak karena sebagai rekanan proyek. Selain itu, kasus tersebut juga menjerat Mantan Wali Kota Probolinggo M Buchori dan Sugeng Wijaya. ]]> Pemotor Tewas Diseruduk Truk Box di Pasuruan https://faktualnews.co/2019/06/17/pemotor-tewas-diseruduk-truk-box-di-pasuruan/145022/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 11:56:55 +0000 Abdul Aziz https://faktualnews.co/?p=145022 PASURUAN, FaktualNews.co - Kecelakaan berakhir maut terjadi di Jalan Raya Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Senin (17/6/2019) siang. Akibat insiden tersebut, seorang pengendara motor harus meregang nyawa setelah diseruduk sebuah truk box dari arah belakang. Sementara pengendara motor lainnya mengalami luka berat. Peristiwa berawal saat truk box bernopol N-9144-CE diduga kehilangan kendali saat melaju di lokasi, hingga menabrak Agung (32), asal Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, yang merupakan pengendara motor Honda Verza. Korban yang disebut karyawan sebuah koperasi simpan pinjam ini, langsung tewas di lokasi. Korban sempat masuk ke kolong truk box, hingga mengalami luka di bagian kepalanya. Tak hanya itu, truk juga seruduk seorang remaja, pengendara motor Beat nopol N 6928 TBJ juga menjadi korban, dan harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas setempat akibat luka patah tulang kaki setelah diseruduk bersamaan. Warga sekitar menyebut bahwa sopir truk kurang hati-hati saat melajukan kendaraannya, meski kedua korban berhenti di belakang truk gandeng, lantaran ada perbaikan jalan di lokasi kejadian, sehingga jalannya sempit. “Jadi dua motor kondisinya berhenti di belakang truk gandeng. Tiba-tiba ditabrak truk box itu,” ujar Lia, seorang warga, saat berada di lokasi. Untuk beberapa saat, warga sempat kesulitan mengevakuasi tubuh Agung. Pasalnya, korban berada di bawah kepala truk dengan tubuh sedikit terjepit motor Verza yang dikendarai. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSUD Bangil. "Dugaan sopir box kurang hati-hati saat di jalan," tutur Kanit Laka Lantas Polres Pasuruan, AKP Marti, pada awak media. ]]> Perusahaan Benih Jagung di Jember Dilaporkan Polisi https://faktualnews.co/2019/06/17/perusahaan-benih-jagung-di-jember-dilaporkan-polisi/145010/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 11:42:10 +0000 Muhammad Hatta https://faktualnews.co/?p=145010 JEMBER, FaktualNews.co – Gara-gara ruang kantornya di gembok rantai oleh perusahaan lain, PT. Uniagri Prima Teknindo melapor kepada pihak kepolisian atas tuduhan pencurian, perampasan, penggelapan, dan penguasaan tanpa hak atas barang-barang aset kantor, kepada PT. Asian Hybrid Seeds Tehnologies Indonesia (AHSTI). Diketahui bangunan kantor PT. Uniagri Prima Teknindo berada di dalam komplek pabrik milik sebuah perusahaan benih jagung hibrida di Jalan Wolter Monginsidi No 26 Desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur. “Kami sebagai kuasa hukum perusahaan dulunya PT. CTA sekarang menjadi PT. Uniagri, yang dulunya bekerja sama dengan PT. JHS (Jagung Hibrida Sulawesi), sekarang menjadi PT AHSTI, beberapa bulan lalu sudah ada pembicaraan. Namun yang terjadi adalah adanya pemaksaan, dengan mengunci paksa (ruang kantor PT. Uniagri), dirusak kunci milik kami, dan mengusir seluruh pegawai kami,” kata Kuasa Hukum PT. Uniagri Prima Teknindo, Chairul Farid saat dikonfirmasi sejumlah media, Senin (17/6/2019). Padahal barang-barang admnistrasi kantor tersebut, kata Farid, mulai dari sejumlah komputer, dan data-data penting masih berada di dalam kantor. “Namun kemudian, akhirnya pada bulan Ramadan kemarin, ada kesepakatan dengan Direktur Utama namanya Pak Toni, untuk kemudian dibawa barang-barang kami (pindah ke lokasi lain). Dengan syarat minta diratakan kembali dengan tanah (gedung kantornya), dan meminta sejumlah dinamo kecil yang sudah kami siapkan dan kerjakan,” jelasnya. Tapi saat pihaknya masih melakukan pengerjaan untuk pindah ke lokasi baru, lanjutnya, sejak Sabtu (15/6/2019) kemarin, hingga hari ini. “Gudang tempat penyimpanan, baik itu besi dan mesin-mesin kami tidak dibuka. Padahal kunci-kunci itu sebelumnya milik perusahaannya. Tapi ini malah diganti, dengan kunci lain. Sehingga kami tidak bias memindahkan asset-aset milik kami,” ungkapnya. “Jadi sesuai dengan surat kuasa kami. Ketika lihat di dalam, ada melanggar Pasal 363 tentang pencurian, Pasal 368 tentang perampasan, Pasal 372 penggelapan, dan Pasal 385 tentang perampasan hak,” tegasnya menambahkan. Farid juga mengaku, atas perbuatan pihak PT AHSTI itu, kliennya merasa dirugikan karena tidak bisa memindahkan asset-asetnya yang bernilai di atas Rp 7 miliar itu. “Bahkan untuk ongkos sewa alat berat untuk memindahkan aset berupa besi dan mesin-mesin pemecah batu (stone crusher) sekitar Rp 5 juta perhari dan ongkos pekerja, juga harus kami keluarkan. Kami merasa dirugikan, dan kami akan menuntut perusahaan PT AHSTI itu,” tegasnya. Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, pihak PT AHSTI yang diwakili oleh salah satu Direktur Perusahaan Pauline, menyampaikan, dirinya tidak bisa memberikan keterangan karena yang berhak memberikan keterangan adalah Toni selaku direktur utama. “Mohon maaf, saya tidak berhak memberikan keterangan karena yang berhak memberikan keterangan adalah Pak Toni. Kebetulan Pak Toni saat ini sedang berada di luar negeri di Filipina. Nanti saja Senin depan tanggal 24 Juni 2019,” kata Pauline singkat. ]]> Curi Dompet di Sidoarjo, Warga Pasuruan Nyaris Diamuk Massa https://faktualnews.co/2019/06/17/curi-dompet-di-sidoarjo-warga-pasuruan-nyaris-diamuk-massa/145006/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 11:36:44 +0000 Alfan Imroni https://faktualnews.co/?p=145006 SIDOARJO, FaktualNews.co - Doni (41), asal warga Dusun Sari Rejo RT 01 RW 01, Desa Pateguhan, Kecamatan Gondang Wetan, Pasuruan, harus berurusan dengan Unit Reskrim Polsek Candi. Usai tertangkap basah mencuri dompet dikawasan Gading Fajar, Desa Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Kanit Reskrim Polsek Candi Iptu Isbahar Boamona mengatakan, kejadian tersebut berawal saat korban berbelanja pakaian dikawasan Gading Fajar. Saat itu, korban memarkir kendaraannya dan meletakkan dompet warna hitam miliknya di bagasi depan kendarannya. "Dompetnya diletakkan di bagasi depan kendaraan, kemudian ditinggal belanja dipedagang kaki lima yang tidak jauh dari korban memarkir kendaraannya," ucap Iptu Isbahar, Senin (17/6/2019). Waktu korban belanja, korban sempat melihat seseorang tak dikenal dari arah selatan menghampiri kendaraannya dan mengambil dompet yang ditaruh korban di bagasi tersebut. Korban pun meneriaki tersangka, hingga berhasil ditangkap. "Pelaku kemudian diamankan di Pos Satpam setempat," terangnya. Petugas yang tiba di lokasi kejadian usai mendapat laporan, langsung mengamankan tersangka dan barang buktinya berupa dompet berisi uang Rp 166 ribu. "Beberapa saksi kami mintai keterangan. Setelah itu tersangka dan barang buktinya kami amankan ke Polsek Candi untuk pemeriksaan lebih lanjut," katanya. Isbahar juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak seenaknya meletakkan barang berharga di sepeda motor. Karena, hal tersebut dapat memicu munculnya tindakan kriminal. ]]> Angkut 40 Penumpang, Kapal Arim Djaya Tenggelam di Perairan Gili Iyang Sumenep https://faktualnews.co/2019/06/17/angkut-40-penumpang-kapal-arim-djaya-tenggelam-di-perairan-gili-iyang-sumenep/145003/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 11:33:14 +0000 Supanjie https://faktualnews.co/?p=145003 SUMENEP, FaktualNews.co - Kapal penumpang Arim Djaya yang memuat sekitar 40 penumpang dikabarkan tenggelam di sekitar perairan Gili Iyang, Senin, (17/6/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Informasi yang dihimpun media ini, kapal yang bertolak dari desa Guwa-Guwa Kecamatan Ra'as tersebut, berangkat sekitar pukul 08.00 WIB. "Jam 8 berangkat, yang tenggelam sekitar jam 2 paling," ujar Rodi salah satu korban selamat beserta istri dan anaknya, kepada media ini. Lebih lanjut, dirinya mengaku sekitar dua jam berada di tengah lautan dengan arus gelombang yang cukup tinggi, sampai akhirnya ditolong oleh nelayan setempat. Data sementara yang diterima, korban yang sudah dipastikan meninggal sekitar 2 orang, saat ini berada di Puskesmas Dungkek. Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menyampaikan, sebagai informasi awal, terdapat 29 penumpang selamat, sementara 2 orang dinyatakan meninggal. Berikut daftar korban selamat dan meninggal dalam laka laut di sekitar perairan Gili Iyang Sumenep: Korban Selamat : 1. ABK atas nama Marwi 50 th 2. Basri 40 th 3. Ulum 35 th 4. Taufik 35 th 5. Heriyansah 28 6. Rahman 28 th 7. Rahman 40 th 8. Salehan 36 th 9. Aditia P 9 bln 10. Abd. Saad 35 th 11. Ach. Hariadi 20 th 12. Rauda (pr) 28 th 13. Iqbal 17 th 14. Jainudin 39 th 15. Madiansah 30 th 16. Atnawi 60 th 17. Busadin 30 th 18. Rodi 45 th 19. Sirtu 40 th 20. Dini Aminarti 14 th 21. Sandriansah 17 th 22. Nuriansah 17 23. Nurasia (pr) 27 24. M. Lutfi Hakim 1 th 25. A. Saifullah30 th 26. Ahmad 8 th 27. Pardi 12 th 28. Sifa nursiyami(pr) 9 th 29.Gina Safira 7 th. Korban meninggal : 1. Zahra 28 th 2. Hanisah 30 th. ]]> Laporan Tak Digubris, Warga Pasuruan Turun Jalan Hentikan Truk Bertonase Berat https://faktualnews.co/2019/06/17/laporan-tak-digubris-warga-pasuruan-turun-jalan-hentikan-truk-bertonase-berat/144999/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 11:30:21 +0000 Abdul Aziz https://faktualnews.co/?p=144999 PASURUAN, FaktualNews.co - Puluhan warga Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, kompak turun jalan, Senin (17/6/2019) siang. Mereka yang lakukan aksi damai bersama para aktivis LSM ini, protes dengan kondisi Jalan Raya Winongan - Gondangwetan rusak berat, lantaran dilewati truk bertonase berat. Aksi yang dilakukan warga ini, untuk memberikan peringatan keras pada sopir truk yang membawa muatan pasir dan batu (sirtu). "Akibat jalan rusak ini merugikan warga sekitar. Pekan kemarin kami sudah menyurati pihak polres pasuruan soal jalan ini. Karena libur lebaran banyak korban kecelakaan terutama pengendara motor," ujar Hanan, aktivis LSM, Senin (17/6/2019). Pihaknya banyak mendapat keluhan dari warga sekitar lantaran tak ada perbaikan jalan yang berlubang. "Akibat kondisi jalan yang berlubang dan hari ini kami melakukan aksi turun ke jalan sebagai tindak lanjut dari keluhan masyarakat kepada kami. Yang diinginkan masyarakat adanya perbaikan jalan yang menjadi jalur ekonomi," terangnya. Warga menyayangkan karena keluhan dan pengaduan hingga aksi protes selama ini tak pernah mendapatkan perhatian. "Bahkan tambal sulam yang dilakukan oleh petugas dari dinas terkait selama ini tak bertahan lama akibat truk yang melewati tonase nya diatas ketentuan undang- undang lalulintas dan melanggar kelas jalan," beber Hanan. Selain tuntutan perbaikan jalan, pihaknya juga mendesakan agar petugas dari Polres Pasuruan dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan segera lakukan upaya penertiban kendaraan truk yang melebihi kapasitas yang diperbolehkan. Sehingga dengan antisipasi tersebut, diharapkan jalan yang akan diperbaiki bisa bertahan lama dan tidak cepat rusak. Aksi yang digelar warga ini akhirnya dihentikan lantaran ada ada kesepakatan dengan pihak terkait. "Besok (Selasa) ada pertemuan dengan dinas binamarga kabupaten pasuruan. Pihak perusahaan pengelola tambang dan perusahaan air mineral yang ada di wilayah kecamatan winongan dan kecamatan lumbang bersama polres pasuruan di kantor kecamatan Winongan," ungkapnya Warga dan kalangan aktivis LSM ini juga menuntut pada pihak Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan dan perusahaan tambang untuk segera memperbaiki jalan raya Winongan-Gondang Wetan dengan aspal hotmix yang bisa memperlancar arus kendaraan dan meminimalisir kecelakaan akibat jalan berlubang di Winongan. ]]> Potongan Kaki Manusia di Jalan Tol Jombang-Kertosono Diduga Korban Kecelakaan https://faktualnews.co/2019/06/17/potongan-kaki-manusia-di-jalan-tol-jombang-kertosono-diduga-korban-kecelakaan/144995/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 11:27:12 +0000 Muji Lestari https://faktualnews.co/?p=144995 JOMBANG, FaktualNews.co - Polisi terus berupaya mengungkap identitas dari potongan kaki manusia yang ditemukan di ruas jalan Tol Jombang - Kertosono tepatnya di kilometer 670.200 Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, Jawa Timur, Senin (17/6/2019). Dugaan sementara, potongan kaki yang sudah dalam kondisi hampir mengering itu merupakan potongan kaki milik warga asal Kabupaten Ponorogo yang tewas tertabrak bus pariwisata di sekitar lokasi kejadian, dua minggu lalu dan bukan korban mutilasi. Sebab, saat itu kaki korban putus dan potongannya tidak ditemukan. "Namun ini masih dugaan, kami masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti-bukti di lapangan," ujar Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widiyanto. Kapolres menjelaskan, insiden kecelakaan itu ditangani oleh Unit Laka Polres Jombang. Saat itu, ada seorang pejalan kaki dengan kendaraan bus Mercedes Benz PO. Wisata Komodo bernomor Polisi DK 7259 CA. Dijelaskan, semula pejalan kaki yang berdiri ditengah jalan tol sehingga tertabrak oleh bus PO. Komodo yang berjalan dari arah timur kebarat. Kondisi korban saat itu langsung tewas dengan kaki putus dan tidak diketemukan. Dari hasil idetifikasi, korban diketahui adalah warga asal Kabupaten Ponorogo yang saat itu jenazahnya langsung diambil pihak keluarganya untuk dimakamkan. "Dimungkinkan potongan kaki penemuan pada hari ini adalah kaki korban Laka dimaksud, namun kami masih koordinasi untuk terus mencockan identitiknya dan tetap melakukan penyelidikan," tukas Kapolres. ]]> Tolak Tanah Bengkok Jadi Galian Pasir, Warga Sidorejo Blitar Unjuk Rasa https://faktualnews.co/2019/06/17/tolak-tanah-bengkok-jadi-galian-pasir-warga-sidorejo-blitar-unjuk-rasa/144979/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 11:25:48 +0000 Meidian Dona Doni https://faktualnews.co/?p=144979 BLITAR, FaktualNews.co - Puluhan warga Dusun Sidomulyo, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Senin (17/6/2019) berunjukrasa terkait penyimpangan yang dilakukan oleh perangkat desa setempat. Pasalnya, diduga telah melakukan pengalihfungsian tanah bengkok menjadi galian pasir illegal. Mereka menuntut agar oknum Kepala Dusun Sidomulyo, Doni Romdoni yang diduga mendalangi alih fungsi tanah bengkok dihentikan dari jabatannya. Juga bersedia bertanggung jawab atas dugaan pengalihfungsian tanah bengkok yang selama ini merugikan warga. Koordinator aksi Kanto mengatakan, aksi ini berawal dari keresahan warga. Tanah bengkok yang kini menjadi tempat galian pasir ini merugikan warga setempat. Berupa jalan desa yang berlobang dan jembatan menjadi rusak akibat kerap dilalui oleh truk pengangkut pasir. “Sejak Maret lalu mengalihfungsikan tanah bengkok yang sebelumnya tanah ladang menjadi galian pasir illegal warga resak takutnya jalan rusak atau tanak longsor dari aktifitas penambangan ini,” ungkapnya. Kanto mendesak agar saat itu juga Kepala Desa Sidorejo, menghentikan Kepala Dusun Sidomulyo dari jabatannya. Sebab selain kasus tanah bengkok ini warga juga tidak suka dengan kasun yang diduga kerap melakukan penyimpangan dalam pengurusan sertifikat tanah warga. “Selain mengalihfungsikan tanah bengkok tanpa pemberitahuan dan ijin warga ini. Kasun juga kerap mempersulit warga membuat sertifikat tanah. Maka dari itu hari ini juga kita minta kasun segera dihentikan dan diproses hukum,” tuntutnya. Sementara, Kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Sukamto memastikan warga kalau Kasun Sidomulyo, Doni Romdoni telah dinonaktifkan kerja mulai hari ini. Hanya saja kalau dalam hal pemecatan atau pemberhentiannya harus menunggu pada tanggal 28 Juni mendatang. Sebab penghentian perangkat desa harus mengacu pada peraturan bupati yang dalam pemberhentian perangkat desa minimal jika sudah enam bulan menjabat. Sedang yang bersangkutan ini belum enam bulan menjabat. Sedang kasus ini, Sukamto juga baru tahu kalau kasunnya telah melakukan hal yang sebenarnya dilarang dalam peraturan desa setempat. “Tidak ada aturan yang memperbolehkan alih fungsi bengkok menjadi galian pasir dan saya masih belum mengerti mengapa kasus saya melakukan ini,” kata Kades Sukamto. Tak ambil pusing, Kades Sidorejo ini memilih menyerahkan kasus pengalihfungsian ini kekepolisian. “Kasus ini sudah kita serahkan ke kepolisian agar diproses secara hukum,” tukasnya.   ]]> Penemuan Motor di Sungai Sidoarjo, Diduga Hasil Barang Curian https://faktualnews.co/2019/06/17/penemuan-motor-di-sungai-sidoarjo-diduga-hasil-barang-curian/144989/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 10:06:52 +0000 Alfan Imroni https://faktualnews.co/?p=144989 SIDOARJO, FaktualNews.co - Sebuah motor Honda Vario warna merah nopol W 6620 VS ditemukan oleh seorang pemungut sampah di dekat sungai Gebang, Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Gebang, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Senin (17/6/2019). Menurut informasi yang berhasil dihimpun, penemuan tersebut sekitar pukul 13.30 WIB. Seorang yang biasa memungut sampah di pinggir sungai, melihat sepeda motor di dalam sungai yang waktu itu terlihat lampu belakangnya saja. "Saya kira ada apa kog ada dua orang pemungut sampah memotret sungai. Eh ternyata ada penemuan sepeda motor, kondisinya masih baru lagi," ucap Sumarso (56), warga sekitar yang sedang mencari rumput saat di konfirmasi di lokasi penemuan. Temuan itupun langsung dilaporkan ke Mapolsek Sidoarjo kota. Tak berselang lama, petugas tiba di lokasi dan mengevakuasi motor Honda Vario tersebut. "Tadi sudah dibawa oleh Polisi," terangnya. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sidoarjo Kota, Ipda Sukarno mengatakan, penemuan sepeda motor tersebut merupakan hasil curian. Karena, ada beberapa kodisi sepeda motor yang mencurigakan. Diantaranya ada kunci T yang putus di tempat kontak, kunci kontak dalam keadaan on dan jok motor sebelah kanan sedikit terbuka akibat dipaksa. "Diduga motor ini hasil curian. Karena diduga bensinnya habis, motor kemudian dibuang," kata Ipda Sukarno. Sukarno menambahkan, pihaknya juga menemukan identitas kartu servis atas nama Muslikah, warga Sidomulyo 1/1, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. "Masih kami kordinasikan dengan Polsek Buduran dan apabila pemilik ingin mengambil, maka diharapkan membawa bukti," pungkasnya.       ]]> Potongan Kaki Manusia di Jalan Tol Jombang, Sempat Dikira Bangkai Hewan https://faktualnews.co/2019/06/17/potongan-kaki-manusia-di-jalan-tol-jombang-sempat-dikira-bangkai-hewan/144984/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 09:44:47 +0000 Muji Lestari https://faktualnews.co/?p=144984 JOMBANG, FaktualNews.co - Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terkait temuan potongan kaki manusia di ruas jalan tol Jombang - Kertosono tepatnya di kilometer 670.200 Desa/ Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widiyanto menuturkan, potongan kaki manusia ini ditemukan oleh petugas kebersihan jalan tol bernama Andri (34), bukan petugas PJR (sebagaimana berita sebelumnya). Saat itu, Andri tengah berkerja membersihkan sekitar tempat kejadian. Kepada petugas, Andri mengaku sempat mengira bahwa potongan kaki yang merupakan paha dan telapak kaki manusia ini adalah bangkai hewan. Andri pun berniat membuang benda yang diduga bangkai hewan tersebut. Namun, Andri kaget bukan kepalang ketika sesuatu yang dikiranya bangkai hewan tersebut ternyata adalah potongan kaki manusia yang kondisinya sudah hampir mengering. Sehingga dia langsung melaporkannya kepada Petugas PJR yang saat itu sedang berpatroli. "Oleh petugas PJR Polda Jatim, temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polres Jombang untuk penanganan lebih lanjut, “ujar Kapolres. Petugas yang datang langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian. Polisi kemudian melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan idetifikasi lalu memastikan bahwa benda misterius itu merupakan potongan kaki manusia. "Setelah dilakukan identifikasi dan dipastikan bahwa potongan tubuh itu merupakan kaki manusia, Tim Inafis mengevakuasinya ke RSUD Jombang,”terangnya. Saat ditemukan, kondisi potongan kaki misterius ini berada di sisi kiri lajur dari arah Jombang tak jauh dari pembatas tol tepatnya di kilometer 670.200. Berdasarkan pantauan, potongan kaki tersebut nampak menghitam dan kering serta ada potongan cabang pohon yang sudah kering berada di atasnya. Selain itu, juga terdapat banyak rumput dibawahnya. Bahkan, saking keringnya, tulangnya pun sudah mulai nampak. Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu membenarkan temuan kaki tersebut merupakan potongan kaki manusia. Namun sejauh ini pihaknya belum mengetahui apa penyebab dan motif temuan tersebut. Sebab, pihaknya masih melakukan pendalaman. Namun, tak jauh dari lokasi, polisi menemukan sebuah kain rok batik berada di sekitar potongan kaki itu. Polisi pun kemudian membawa benda tersebut untuk kepentingan proses penyelidikan. "Kami dapat infornasi dari  PJR Polda Jatim bahwa ada potongan kaki manusia, kami langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP memang benar kaki manusia, namun motif kejadian masih didalami dan kami telusuri,”tukas Azi. ]]> Satpol PP Trenggalek, Bongkar Paksa Enam Bangunan Toko di Pasar Pon  https://faktualnews.co/2019/06/17/satpol-pp-trenggalek-bongkar-paksa-enam-bangunan-toko-di-pasar-pon/144964/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 08:55:54 +0000 Suparni PB https://faktualnews.co/?p=144964 TRENGGALEK, FaktualNews.co - Sebanyak enam bangunan toko yang berada di bekas komplek Pasar Pon Trenggalek, di Jalan RA Kartini, Panglima Soedirman dan Jalan Dewi Sartika dieksekusi Pemkab Trenggalek. Senin (17/6/2019). Pembongkaran toko yang dilakukan  oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Trenggalek tersebut, karena pemilik toko tidak kunjung segera mengkosongkan tokonya sesuai target batas waktu yang telah ditentukan. Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Trenggalek, Ulang Setyadi menuturkan, eksekusi terhadap enam toko ini terpaksa dilakukan. Sebab pemilik toko tidak mengidahkan peringatan yang telah diberikan berulang kali, baik secara tertulis atau lisan oleh petugas Satpol PP maupun Dinas Koperindak Kabupaten Trenggalek untuk segera dikosongkan tokonya. "Pembongkaran ini terpaksa dilakukan petugas, sebab pemberian batas toleransi waktu pengosongan terhadap pemilik toko sudah habis. Sehingga Pemkab Trenggalek, mengambil tindakan eksekusi," ucapnya. Menurut Ulang, pembongkaran toko tersebut seharusnya sudah sejak beberapa waktu lalu. Namun karena berbagai pertimbangan termasuk kemanusiaan, maka masih diberi toleransi sampai sekarang. "Pengosongan area ini merupakan tahapan yang harus dilakukan Pemkab Trenggalek. Karena proses pembangunan Pasar Pon yang baru akan segera dimulai," terangnya. Ditambahkan Ulang, sebenarnya Pemkab Trenggalek pasca kebakaran pasar Pon beberapa bulan yang lalu telah menyediakan tempat relokasi sementara, yakni di Terminal MPU Trenggalek sebelum dibangun kembali. "Batas waktu toleransi sudah habis dan terpaksa harus dieksekusi hari ini juga harus selesai. Karena kami sudah memberikan banyak waktu, untuk melakukan pengosongan. Sementara proses pembongkaran berjalan lancar," pungkasnya. ]]> Pikap Masuk Jurang di Situbondo, Seorang Tewas, 7 Luka Berat dan 3 Luka Ringan  https://faktualnews.co/2019/06/17/pikap-masuk-jurang-di-situbondo-seorang-tewas-7-luka-berat-dan-3-luka-ringan/144954/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 08:28:19 +0000 Fatur Bari https://faktualnews.co/?p=144954 SITUBONDO, FaktualNews.co - Sebuah kendaraan pikap L300 bernopol P 1151 DZ yang mengangkut rombongan keluarga dari Dusun Cottok, Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, masuk jurang sekitar 20 meter  di jalan desa setempat. Akibat laka tunggal di Jalan Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo  tersebut, satu korban bernama Sunasri (60), meninggal dunia di lokasi kejadian, tujuh korban mengalami luka berat. Sedangkan tiga korban yang lain mengalami luka ringan. Tujuh korban luka berat dalam laka tunggal tersebut. Mereka adalah, Sopir Abdul Hamim (49), Sirup (29),  Komaria (18), Kiki (11), Nawiati (50), Sunarsih (50), dan Hartatik (50). Ketujuh korban tersebut menderita luka  patah tulang di tangan dan punggungnya. Sedangkan tiga korban yang mengalami luka ringan  adalah Sani (40), Asia (65), dan korban Dila (13). Diperoleh keterangan, laka tunggal pikap yang mengangkut rombongan keluarga itu, berawal saat pikap yang dikemudikan Abdul Hamim melaju dari arah utara  menuju ke arah selatan, dengan kecepatan sedang. Namun, saat melintas di lokasi kejadian dengan kondisi jalan  menanjak, kendaraan pikap yang sarat dengan penumpang   oleng ke sebelah kiri dan menabrak batu berukuran besar, sehingga Abdul Hamim selaku sopir tidak dapat mengendalikan kemudinya. Selanjutnya pikap berwarna putih itu  langsung terjerumus ke jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter lebih. Kanit Laka Polres Situbondo,  Ipda Teguh Santoso mengatakan, dugaan sementara, laka tunggal tersebut akibat sopir baru belajar mengemudi. Sehingga saat melintas di lokasi kejadian Abdul Hamim tidak bisa mengendalikan kemudinya. "Dugaan sementara, karena sopir kurang hati-hati saat melintas dilokasi kejadian. Sehingga terjerumus ke jurang,"ujar Ipda Teguh Santoso, Senin (17/6/2019). Menurutnya, selain mengakibatkan satu korban meninggal, tujuh mengalami luka berat dan tiga korban mengalami luka ringan. Dalam laka tunggal tersebut juga mengakibatkan kendaraan pikap tersebut  rusak berat dan tak berbentuk. "Saat ini, kami masih melakukan evakuasi terhadap pikap yang masuk ke dalam jurang tersebut,"pungkasnya. ]]> Potongan Kaki Manusia di Tol Jombang – Nganjuk, DitemukanPetugas PJR Saat Patroli https://faktualnews.co/2019/06/17/potongan-kaki-manusia-di-tol-jombang-nganjuk-ditemukanpetugas-pjr-saat-patroli/144930/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 07:15:32 +0000 Muji Lestari https://faktualnews.co/?p=144930 JOMBANG, FaktualNews.co - Benda misterius yang diduga merupakan potongan kaki manusia ditemukan di Jalan tol Bandar - Kertosono tepatnya di Dusun Kedunggabus Desa/ Kecamatan Badar Kedungmulyo,  Jombang, Jawa Timur, Senin (17/6/2019). Informasi yang diperoleh menyebutkan, potongan kaki berupa paha dan telapak kaki yang sudah dalam keadaan mengering itu kali pertama ditemukan oleh petugas PJR Polda Jatim yang sedang berparoli di jalur tol tersebut. Saat ditemukan, kondisi potongan kaki misterius ini berada disisi kiri lajur dari arah Jombang tak jauh dari pembatas tol tepatnya di kilometer 670.200. Berdasarkan pantauan, potongan kaki tersebut nampak menghitam dan kering serta ada potongan cabang pohon yang sudah kering berada diatasnya. Selain itu, juga terdapat banyak rumput dibawahnya. Bahkan, saking keringnya, tulangnya pun sudah mulai nampak. Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu membenarkan temuan kaki tersebut merupakan potongan kaki manusia. Namun sejauh ini pihaknya belum mengetahui apa penyebab dan motif temuan tersebut.  Sebab, pihaknya masih melakukan pendalaman. "Kami dapat infornasi dari  PJR Polda Jatim bahwa ada potongan kaki manusia. Sesaat kemudian, kami langsung menuju TKP dan lakukan olah TKP yang memang benar kaki manusia. Namun motif kejadian masih dalami dan kami telusuri", ujar Azi. Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Polisi kemudian langsung membawa potongan kaki manusia tersebut ke RSUD Jombang. Pihaknya juga belum bisa menyimpulkan lamanya waktu pembusukan dari potongan kaki berupa paha hingga telapak kaki ini. Namun, polisi menemukan sebuah kain rok batik berada di sekitar lokasi temuan kaki itu. Polisi pun kemudian membawa benda tersebut untuk kepentingan proses penyelidikan. "Untuk kaki sisi mana kami juga belum bisa simpulkan, ini akan di bawa RSUD, nanti akan kami laporkan hasilnya. Temuan di TKP ada rok batik nanti akan kita selidiki apakah ada kaitanya dengan temuan ini atau tidak, “pungkasnya.   ]]> Ada Bercak Darah di Bantaran Sungai Tempat Jatuhnya Korban yang Hilang di Mojokerto https://faktualnews.co/2019/06/17/ada-bercak-darah-di-bantaran-sungai-tempat-jatuhnya-korban-yang-hilang-di-mojokerto/144922/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 05:43:21 +0000 Amanu https://faktualnews.co/?p=144922 MOJOKERTO, FaktualNews.co [1]  -  Hilangnya korban Suparji (54), warga Dusun Wonoayu, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Mojokerto, pada Minggu (16/06/19) sore, saat mencari pakan ternak, hingga kini masih dalam proses pencarian. Saudara sepupu korban Maria Lestari mengatakan, saat terjatuh korban Suparji (54), diduga terbentur plengesengan  sungai. Sebab di lokasi jatuhnya korban, ditemukan bercak darah. "Sekitar pukul 15.00 WIB keluarga ini mencari keberadaan korban yang dikabarkan hilang. Selain ditemukan sandal, di sekitar lokasi korban jatuh di temukan bercak darah," ucapnya. Senin (17/06/19) Maria menceritakan, dalam sehari hari korban ini memang bekerja sebagai pencari pakan ternak. " Biasanya, korban ini memang mencari pakan ternak di bantaran sungai. Kadang di luar wilayah kemudian dibawa pulang, kadang di sekitar rumah," jelasnya. Namun, nasib nahas di alaminya. pada saat mencari pakan ternak di bantaran sungai Kali Mas pada Minggu (16/06) sore, korban sedang memanjat pohon lamtoro yan berada di tebing sungai tiba tiba pohon yang dipanjat ini patah. "Ya karena pohon yang dipanjat itu tidak kuat, sehingga korban terjatuh. Hingga kini, petugas gabungan bersama warga sekitar berusaha mencari korban," jelasnya. Keluarga berharap, semoga korban lekas ditemukan. "Belum ada tanda tanda sih, tapi keluarga berharap semoga lekas ditemukan ," pungkasnya.   [1] http://MOJOKERTO.FaktualNews.co]]> Belum Ditemukan, Pencarian Korban Terseret Ombak di Pantai Pangi Blitar Berakhir https://faktualnews.co/2019/06/17/belum-ditemukan-pencarian-korban-terseret-ombak-di-pantai-pangi-blitar-berakhir/144914/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 05:07:48 +0000 Dwi Haryadi https://faktualnews.co/?p=144914 BLITAR, FaktualNews.co - Proses pencarian dua warga Ngoro,  Kabupaten Jombang, Jatim, yang terseret Ombak di Pantai Pangi Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar Senin (17/6/2019) hari ini akan berakhir, Dimungkinkan Tim Gabungan  tidak diperpanjang, pasalnya sesuai dengan SOP (Satandar Operasional Prosedur) proses pencarian maksimal tujuh hari. Hari ini, pencarian sudah berakhir sampai pukul 17 00 WIB nanti. Namun petugas akan masih memantau di lokasi kejadian dan sekitar pantai Pangi. Kordinator Pos SAR Trenggalek, Brian Gautama mengatakan,Senin (17/6/2019) hari ini pencarian dua  korban terseret ombak pantai Pangi  Eko Julianto dan Indra warga Ngorom Jombang, berkahir. Kemungkinan proses pencarian tidak diperpanjang, namun petugas terus akan memantau di pesisir pantai Pangi. "Karena hari ini terakhir, proses pencarian akan diperluas ke timur ke pantai Serang dan ke barat ke pantai Selie perbatasan Tulungagung,"kata Brian Senin (17/6/2019). Brian menambahkan, keluarga korban sudah diberitahu. Keluarga kedua korban  sudah mengikhlaskan dan sudah pasrah, pihaknya juga sudah berusaha semaksimal mukin. "Kami dari Tim Gabungan SAR, sudah melakukan proses pencarian dengan semaksimal mungkin, Karena terkendala dengan ombak besar evakuasi jadi agak terhambat, "pungkasnya.   ]]> Terkendala Arus Deras, Korban Panjat Pohon Jatuh di Sungai Mojokerto Belum Ditemukan https://faktualnews.co/2019/06/17/terkendala-arus-deras-korban-panjat-pohon-jatuh-di-sungai-mojokerto-belum-ditemukan/144903/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 04:20:49 +0000 Amanu https://faktualnews.co/?p=144903 MOJOKERTO, FaktualNews.co [1] - Proses pencarian warga Kecamatan Canggu, Kabupaten Mojokerto yang terseret arus di Sungai Kali Mas pada Minggu (16/06/19) sore karena jatuh saat panjat pohon,  hingga kini masih terus dilakukan. Kendala petugas dalam proses pencarian karena derasnya arus sungai. Kordinator Basarnas Surabaya, I wayan Suyatna mengatakan, proses pencarian korban tenggelam, Suparji (54), warga Dusun Wonoayu, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Mojokerto. Hingga sampai saat ini masih terus dilakukan. "Kita sudah melakukan penyisiran sejak malam setelah mendapatkan laporan dari BPBD Mojokerto, hingga kini hasilnya masih nihil," jelasnya Senin (17/6/2019). Bersama sejumlah potensi relawan Mojokerto, seperti, BPBD Kabupaten Mojokerto, PMI, Tagana dan relawan Semar. Menurut I Wayan, kendala utama dalam pencarian yakni arus air yang cukup deras. "Tidak dimungkinkan jika proses pencarian dengan snorkeling. Jadi untuk proses pencarian kita hanya lekukan manuver di sekitar lokasi jatuhnya korban dan menyisir sampai hilir," ucapnya. Selain tim gabungan, proses pencarian Suparji juga dilakukan oleh warga sekitar secara manual, dengan cara menyelam dan menyisir bibir sugai. Cara ini dilakukan untuk mencari keberadaan korban yang mungkinkan tersangkut. Sebelumnya, Suparji (54), warga Dusun Wonoayu, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Mojokerto dikabarkan hilang terseret arus air Sungai Kali Mas pada Minggu (16/06/2019) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Ketika itu, korban mencari pakan ternak yang manjat pohon lamtoro dan terjatuh sungai.   [1] http://MOJOKERTO.FaktualNews.co]]> Gagal Mendahului, Bu Guru SD di Jombang Tewas Terlindas Truk  https://faktualnews.co/2019/06/17/gagal-mendahului-bu-guru-sd-di-jombang-tewas-terlindas-truk/144898/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 03:59:54 +0000 Muji Lestari https://faktualnews.co/?p=144898 JOMBANG, FaktualNews.co - Kecelakaan maut yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di Jombang, Jawa Timur. Insiden ini terjadi di jalan Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang yang  melibatkan dua kendaraan, Yakni sepeda motor matic dan sebuah truk,  sekitar pukul 07.30 WIB, Senin (17/6/2019). Akibat kejadian itu, seorang pengendara sepeda motor langsung tewas di lokasi kejadian. Korban bernama Sri Wahyu Hartiningsih (51), warga Desa Ringinpitu,  Kecamatan Mojowarno, Jombnag, Dia diketahui seorang guru PNS yang sehari-hari mengajar di SDN Kedungpapar, Sumobito, Jombang. Kejadian ini bermula saat sepeda motor Honda Vario bernomor  polisi S 5298 OA yang dikendarai korban berjalan dari arah selatan ke utara. Setibanya di lokasi kejadian, korban berusaha mendahuli sebuah truk Mitsubishi AD 1618 QD yang berjalan searah dengannya. Truk itu dikemudikan Suyono (40) warga Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung. Nah, pada saat menyalip kanan itulah, diduga korban kurang hati hati dan menyerempet bak kanan truk  hingga kecelakaan tak teehindarkan. Motor yang dikemudikan jatuh ke kanan, sementara korban jatuh ke kiri. Akibatnya, korban langsung terlindas ban belakang sebelah kanan truk dan langsung meninggal di lokasi kejadian, karena mengalami luka parah. "Pengendara sepeda motor Honda Vario diduga ceroboh saat saat menyalip kanan, “ujar Kanit Laka Satlantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman. Petugas yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan indetifikasi dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Jombang. ]]> Tabrakan Beruntun, Satu Keluarga Tewas di Jalur Pantura Situbondo  https://faktualnews.co/2019/06/17/tabrakan-beruntun-satu-keluarga-tewas-di-jalur-pantura-situbondo/144893/?utm_source=rss_feed&utm_medium=CAPING&utm_campaign=content_distribution Mon, 17 Jun 2019 02:02:52 +0000 Fatur Bari https://faktualnews.co/?p=144893 SITUBONDO, FaktualNews.co -Tabrakan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan, terjadi di jalur Pantura Situbondo, Senin (17/6/2019). Yakni sebuah Honda Mobilio bernopol DK 1508 KT yang melaju kencang menabrak sepeda motor Honda Vario bernopol N 6612 PU, yang ada tepat didepannya. Bahkan, mobil Honda  Mobilio yang melaju sangat  kencang dan tak terkendali tersebut,  juga menabrak sebuah kendaraan  truk bernopol B 9539 YN sarat dengan muatan, yang melaju dari arah timur menuju ke arah barat, dengan kecepatan sedang. Akibat tabrakan beruntun yang terjadi di Jalan Desa/Kecamatan Banyuglugur, Situbondo tersebut, satu keluarga yang beralamat di Jalan Pahlawan Arjosari, Malang. Diantaranya adalah, Komari (65), Kustiati (49), dan Putri (15). Selain itu, dua penumpang mobilo juga menjadi korban dalam tabrakan tersebut, yakni Deva (17), dan Devi (17). Tidak hanya itu, pasangan suami istri (Pasutri) asal dari Krejingan Probolinggo, pengendara Honda Vario  juga menjadi korban dalam insiden tabrakan beruntun tersebut. Mereka adalah, Babun (31), Mahmuda  (24), dan Jihan (3 tahun), anak semata wayangnya. Insiden kecelakaan maut itu bermula saat mobil Honda Mobilio yang dikemudikan Komari melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi. Saat melintas di lokasi pengemudi mobil Mobilio menabrak pengendara Honda Vario Nopol N 6612 PU, yang ada  depannya, hingga mengakibatkan pengendara dan dua penumpang  sepeda motor Honda Vario terpental ke badan jalan aspal di lokasi kejadian. Tidak sampai disitu, pengemudi mobil Mobilo yang kehilangan kendali kemudian menghantam truk dari arah berlawanan Nopol B 9539 YN,  yang dikemudikan oleh Darsono, 47 tahun, asal Bojonegoro.  Kerasnya tabrakan membuat mobil rusak parah dan menyebabkan sopir dan dua penumpangnya  meninggal dunia. Selain menyebabkan tiga korban meninggal dunia, tabrakan beruntun ini menyebabkan lima orang terluka, masing-masing pengendara motor Honda Vario N 6612 PU,  yaitu Babun, 31 tahun, Mahmuda, 24 tahun  serta seorang balita bernama Jihan, 3 tahun,  ketiganya asal Krejingan Probolinggo. Selain menderita luka robek, korban juga mengalami sejumlah luka lecet di bagian tubuhnya. Sedangkan dua korban terluka lainnya yaitu penumpang mobil Honda Mobilio bernama  Deva, 17 tahun dan Devi,  17 tahun, juga warga Jalan Pahlawan Bale Arjosari, Blimbing Malang. Kanit Laka Lantas Polres Situbondo, Ipda Teguh Santoso, mengatakan, begitu mendapat informasi ada tabrakan beruntun,  pihaknya langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Dugaan sementara, dan berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, kecelakaan beruntun yang merenggut tiga korba nyawa itu, karena pengemudi mobil Mobilio kurang berhati-berhati. "Meski demikian, kami belum dapat menyimpulkan tentang penyebab tabrakan maut tersebut. Karena kami  masih melakukan penyelidikan. Tiga kendaraan bermotor yang terlibat dalam tabrakan beruntun tersebut, juga kami amankan,"kata Ipda Teguh Santoso.   ]]>