BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Rawan Bencana, Aktivis Lingkungan Jombang Akan Tanam Pohon

Pendidikan   Dibaca : 257 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Rawan Bencana, Aktivis Lingkungan Jombang Akan Tanam Pohon
Suasana dialog publik yang diadakan aktivis lingkungan di gedung PSBR Jombang, Sabtu (14/1). Foto : Prasetyo/faktualnews

Suasana dialog publik yang diadakan aktivis lingkungan di gedung PSBR Jombang, Sabtu (14/1).
Foto : Prasetyo/faktualnews

JOMBANG, Faktualnews.co – Kalangan aktivis peduli lingkungan menggelar dialog publik dalam rangka memperingati Hari Sejuta Pohon di Aula Gedung PSBR Jombang, Sabtu (14/1). Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Peringatan Sejuta Pohon biasanya diperingati setiap tahun pada tanggal 10 Januari. Dialog ilmiah ini dilaksanakan Relawan Peduli Pohon Jombang (RPPJ). Tak hanya itu, para aktivis ini akan menanam pohon di titik rawan bencana di Kabupaten Jombang.

Hadir dalam kesempatan tersebut sebagai narasumber yakni Miftakul Ulum dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang,  Wicaksono mewakili Bappeda Jombang dan Amik Purdinata, Ketua LSM Brantas Berdaya.

Baca Juga:  H+2 Lebaran, Banjir Terjang Dua Desa di Banyuwangi

“Acara ini bertujuan untuk penyadaran kepada masyarakat, terutama pemuda Jombang serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Agus Yulianto, ketua RPPJ.

Dalam dialognya, Wicaksono mempaparkan tentang perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). Sementara itu, Amik Purdinata menjelaskan kondisi kota santri yang saat ini masih dalam rawan bencana. “Inilah beberapa titik di Jombang yang masih rawan bencana, baik longsor, banjir, puting beliung,   dan sebagainya. Jadi, mari kita saling waspada dan menjaga lingkungan supaya tidak menjadi langganan bencana,” beber Amik sembari memperlihatkan foto-foto kondisi Jombang.

Baca Juga:  Lazisnu Jombang Berikan Bantuan Korban Banjir Di Tuban

Tak berhenti di seminar, para aktivis berencana melakukan penanaman sejuta pohon di titik rawan bencana. “Dalam waktu dekat, kita akan menanam pohon di titik-titik yang rawan bencana itu,” tandas Agus. (tyo/oza)

Editor
KOMENTAR