FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Hujan dan Angin, Atap Bangunan SDN Bandung 2 Ambruk

Peristiwa     Dibaca : 1866 kali Penulis:
Hujan dan Angin, Atap Bangunan SDN Bandung 2 Ambruk
Kondisi kerangka kayu yang sudah dimakan rayap pada bangunan bangunan SDN Bandung 2, Diwek, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2017) yang ambruk. FaktualNews.co/Roni S/
Sekolah Ambruk di Jombang-1

Seorang bocah melihat atap bangunan SDN Bandung 2, Diwek, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2017) yang ambruk. FaktualNews.co/Roni S/

 

JOMBANG, FaktualNews.co – Atap bangunan SDN Bandung 2, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ambruk. Belum diketahui secara pasti penyebab robohnya atap ruang kelas 4 SDN Bandung 2 di Jalan Raya Bandung Diwek itu.

Informasi yang dihimpun FaktualNews.co dilokasi, atap ambruk tersebut terjadi pada Jumat (21/4/2017) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibat kejadian itu para siswa di SDN Bandung 2 bergantian untuk masuk kelas mengikuti proses belajar.

Sebab keadaan tiga lokal ruang lainnya kondisinya juga sangat memprihatinkan. Sehingga sejak 1 bulan yang lalu sudah dikosongkan, kwatir akan jatuh korban jiwa bila terus dipakai.

BACA JUGA :

Penjaga sekolah, Agus Cahyono (36) mengatakan, pada saat kejadian tidak ada satu pun murid maupun guru yang berada di dalam ruang kelas. “Karena peristiwa ambruknya ruang sekolah ini sekitar 22.00 WIB,” jelasnya, Sabtu (22/4/2017).

Ia menduga ambruknya satu ruang kelas itu karena hujan deras dan angin kencang, sehingga mengakibatkan kerangka kayu yang sudah lapuk dimakan rayap dan atap bangunan roboh.

Sekolah Ambruk di Jombang-2

Kondisi kerangka kayu yang sudah dimakan rayap pada bangunan bangunan SDN Bandung 2, Diwek, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (22/4/2017) yang ambruk. FaktualNews.co/Roni S/

“Dari Jumat sore sampai malam terus diguyur hujan dan angin,” kata Agus.

“Usia bangunan sudah sangat tua mas, sekitar 40 tahun dan sampai kini masih ada 3 lokal yang kondisinya memprihatinkan kan mas, bisa dikatakan nunggu ambruknya saja. Sekarang sudah tidak dipakai lagi, khawatir ambruk pas kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

Disinggung terkait bantuan dari Pemerintah, Agung mengatakan jika pihak sekolah sudah pernah mengajukan permohonan rehab beberapa bangunan kepemerintahan tapi belum dapat jawaban untuk bangunan baru.

“4 lokal ini sudah pernah diajukan pihak sekolah untuk mendapatkan bantuan tapi sampai sekarang belum ada hasilnya,” pungkasnya. (mjb1/rep)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul