FaktualNews.co

Mahasiswi UIN Palembang Nekad Akhiri Hidup dengan Gantung Diri di Jendela Kontrakan

Peristiwa     Dibaca : 988 kali Penulis:
Mahasiswi UIN Palembang Nekad Akhiri Hidup dengan Gantung Diri di Jendela Kontrakan
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat saat menyalurkan bantuan kepada para pelaku usaha kecil.
gantung-diri

ilustrasi

 

PALEMBANG, FaktualNews.co – Meli Susanti (18) ditemukan tewas gantung diri menggunakan jilbab di jendela kontrakannya. Belum diketahui pasti penyebab kematian korban.

Meli merupakan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Peristiwa itu terjadi saat korban tinggal sendiri di kontrakannya di Jalan Letnan Simanjutak, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Palembang, Selasa kemarin malam. Korban sempat ditinggal kawannya pergi membeli gorengan.

Sebelumnya, korban diajak dua teman kamarnya, Rara (19) dan Tri Ayu (19), untuk membeli gorengan di luar. Namun, korban menolak pergi dan hanya menitip dibelikan makanan.

BACA :

Sepulang belanja, dua saksi curiga karena pintu kontrakan terkunci dari dalam. Beberapa kali dipanggil, tak ada respon dari korban.

Mereka meminta bantuan pemilik kontrakan, Ansori (63), untuk membuka pintu secara paksa. Begitu terbuka, mereka kaget melihat korban telah tewas tergantung di jendela setinggi 1,5 meter. Sebagian tubuhnya masih mengenai lantai.

Kaki dan tangan korban yang merupakan mahasiswi semester dua jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Tarbiyah, UIN Palembang, itu mulai membiru. Lidahnya belum menjulur namun cairan bercampur darah keluar dari hidungnya.

BACA :

Teman korban, Rara mengatakan, selama dua tahun tinggal bersama, korban tidak ada keluhan apapun. Dia tipe orang tertutup dan tidak suka bercerita. “Sepengetahuan saya, dia tidak punya masalah, baik sama teman, masalah utang, atau asmara. Orangnya baik-baik saja,” ungkap Rara dikutip dari merdekacom, Rabu (26/4/2017).

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengungkapkan, belum diketahui penyebab kematian korban karena masih dilakukan pemeriksaan visum oleh dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel.

“Barang bukti kita amankan jilbab warna putih motif garis-garis yang dipakai dan satu unit handphone milik korban,” terang Maruly. (*/rep)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul
Sumber
merdekacom

YUK BACA

Loading...