Peristiwa

26 ODGJ di Bojonegoro Hidup Dalam Pasungan

BOJONEGORO, FaktualNews.co – Sebanyak 26 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menghabiskan hari-harinya dalam pasungan. Mulai dirantai salah satu kakinya hingga ditempatkan di ruangan khusus dengan jeruji besi. Di sana mereka harus makan, tidur, dan buang air.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, Adie Witjaksono, kepada awak media beberapa waktu lalu mengatakan, ada sekitar 26 ODGJ saat ini yang dipasung, karena dianggap membahayakan harus dipasung dan beberapa di antaranya dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

“Kami terus berupaya untuk memantau mereka yang dipasung dengan tetap memberikan obat,” jelasnya.

Dia melanjutkan, pihak keluarga tak memiliki opsi lain selain memasung ODGJ terkait. Sebab, perilaku ODGJ sudah menyimpang dan membahayakan lingkungan sekitar. Misalnya, mengamuk dan merusak barang. Bahkan, mereka mengancam bakal membunuh orang lain.

“Bagi dijinkan keluarganya dirawat di RSJ Menur atau Lawang akan dibantu pengirimannya ke sana,” ungkap Adie.

Namun, menurutnya, tidak seharusnya ODGJ dipasung dan dikurung. Perlakuan itu justru membuat mereka tertekan. ODGJ sebaiknya tetap rutin mengonsumsi obat-obatan yang membuatnya tenang. Jika ditangani dengan tepat, ODGJ bisa sembuh dan menjadi mandiri.

“Pemkab Bojonegoro, saat ini tengah melakukan pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dibekas bangunan RSUD lama,” pungkasnya.