FaktualNews.co

Kesulitan Biaya Pengobatan, Keluarga TKW Korban Penyiraman Air Keras Asal Pasuruan Hanya Bisa Pasrah

Nasional     Dibaca : 940 kali Jurnalis:
Kesulitan Biaya Pengobatan, Keluarga TKW Korban Penyiraman Air Keras Asal Pasuruan Hanya Bisa Pasrah
Foto TKW korban penyiraman air keras, Suci Sri Kusmiyati (26), warga Dusun Krawan, Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. FaktualNews.co/Istimewa/

PASURUAN, FaktualNews.co – Keluarga tenaga kerja wanita (TKW) asal Pasuruan bernama Suci Sri Kusmiyati (26), yang menjadi korban penyiraman air keras, mengaku kesulitan mencari biaya pengobatan yang mencapai Rp 40 juta.

Hal ini diungkapkan ibu TKW, Nasikah (54), yang setiap hari hanya berjualan kopi di kampung. “Uang hasil jualan kopi habis untuk biaya sehari-hari,” tuturnya kepada awak media, Senin (24/7/2017).

Suci Sri Kusmiyati merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Suyud Subagio dan Nasikah.

Ia memiliki seorang anak, buah dari cinta bersama Dola, bernama Nadia Cyntia Septiani (6), yang saat ini menginjak bangku kelas 1 SDN 3 Kedawung Wetan.

Diketahui, Suci Sri Kusmiyati (26), warga Dusun Krawan, Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, kini harus dirawat di rumah sakit Selangor, Malaysia, akibat menjadi korban penyiram air keras oleh seorang pria bernama Salim, warga Bangladesh.

TKW yang bekerja sebagai sekuriti di PT Kilang Best Bundle, Malaysia ini menjadi korban penyiraman lantaran tidak mau menerima cinta pelaku. Ia menderita luka bakar pada wajah dan sebagian tubuhnya.

Suci diketahui menjadi korban penyiraman air kimia, Nasikah (45), mendapatkan telepon dari seseorang bernama Ali, pada 16 Juli 2018 pekan lalu. “Kabar dari temen anak saya, Pak Ali, kalau anak saya dirawat di rumah sakit di Selangor akibat disiram air keras,” ungkapnya.

Nasikah kemudian menceritakan, kalau Suci bekerja sebagai sekuriti di PT Kilang Best Bundle, Malaysia sekitar April 2016 lalu, berangkat bersama salah seorang teman laki-laki asal Kecamatan Rembang, Pasuruan.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...