FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Berdalih Untuk Uang Saku Anak, Kusnadi Nekat Bongkar Kotak Amal Musala

Peristiwa     Dibaca : 744 kali Jurnalis:
Berdalih Untuk Uang Saku Anak, Kusnadi Nekat Bongkar Kotak Amal Musala
Kusnadi, pencuri kota amal musala saat diamankan di Mapolsek Puri.FaktualNews/Khilmi S Jane

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Kusnadi, (39) warga asal Dusun Brombong, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, diamankan warga. Itu setelah ia kedapatan mencuri kotak amal di sebuah musalla, Senin, (31/7/2017) siang.

Aksi nekat Kusnadi ini dilakukan di musala Nurul Iman, di Dusun Genengan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Namun, belum sempat menikmati hasil curiannya, ia justru terpergok warga.

Bahkan, sebelum akhirnya digelandang ke Mapolsek Puri, bapak tiga anak ini sempat jadi bulan-bulanan warga setempat. Penjual es degan yang biasa berkeliling di Mojokerto ini pun dalam kondisi babak belur.

“Saat itu, warga yang melintas di depan musala curiga dengan gerak-gerik pelaku yang mencurigakan di dalam musalla,” kata Wardana, warga setempat, Senin (31/7/2017).

Tidak mau ambil resiko, warga pun segera masuk ke musala untuk melihat apa yang dilakukan Kusnadi di dalam. Saat di lokasi, ternyata pelaku yang yang beraksi seoarang diri itu sedang menguras isi kotak amal.

“Saat itu juga pelaku langsung ditangkap dan diamankan di rumah Kepala Dusun setempat sambil menunggu kami (Polisi) datang,” ungkap Kapolsek Puri AKP Airlangga Permady.

Warga yang geram dan tidak bisa menahan emosinya pun sempat menghakimi Kusnadi. Beruntung aksi main hakim sendiri itu tidak berlangsung lama. Setelah petugas reskrim Polsek Puri yang dipimpin langsung Kanit reskrim Aiptu Sultono datang di lokasi, petugas segera mengamankan pelaku.

“Langsung kami bawa ke Mapolsek Puri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terungkap pelaku ternyata juga banyak beraksi di wilayah Sooko dan Trowulan,” jelasnya.

Masih kata Kapolsek, modus pelaku pun cukup cerdik. Sebelum melakukan aksinya, pelaku tak jarang berpura-pura akan melangsungkan ibadah di dalam musala atau masjid yang menjadi targetnya untuk mengelabui masyarakat.

“Sebelum beraksi, pelaku juga didukung dengan penampilannya, seperti pakai baju koko dan peci yang selalu terpasang di kepalanya. Dia juga menyempatkan ke kamar mandi dan tempat wudlu dulu sambil mengamati situasi,” paparnya.

Setelah kondisi dinilainya aman untuk melancarkan aksinya, ia pun baru beraksi. Untuk melancarkan aksinya itu, tak jarang pelaku menggunkana puluhan kunci bodong yang sudah disiapkan pelaku dari rumah.

Dalam aksinya, Kusnadi juga memakai cara yang cukup unik, yakni, menggunkan sebatang lidi yang sudah dilumuri dengan lem sebagai perekat yang digunakan untuk menguras uang dalam kota amal.

Tak heran, meski, gembok dan kunci kotak amal tidak terusak, pelaku dengan mudahnya menguras isinya. ’’Jadi, ada banyak cara, kalau puluhan kuncinya tidak cocok. Pelaku gunakan sebatang lidi yang sudah direkatkan dengan lem sebagai alatnya,’’ katanya.

Dari kejadian tersebut, selain pelaku, sejumlah barang bukti juga diamankan petugas. Sedikitnya uang tunai Rp 354.00 ribu hasil curiannya, dua unit handphone milik pelaku, tas serta puluhan kunci bodong yang ditaruh dalam tas slempang pelaku itu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan hukuman 5 tahun kurungan penjara.

Editor
Z Arivin



DCS ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN DAERAH KABUPATEN JOMBANG DARI PARTAI BERKARYA DAN PARTAI NASDEM DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2019



LIHAT LIST DCS SETELAH MEDIASI