Peristiwa

Rayakan HUT Arema, Aremania di Mojokerto Diserbu Sekelompok Orang Tak Dikenal

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Berniat merayakan hari ulang tahun (HUT) Arema yang ke-30, Aremania di Mojokerto diserbu sekelompok orang. Peristiwa itu terjadi pada Jum’at, 11 Agustus 2017 malam.

Belum diketahui pasti identitas dari kawanan yang menyerbu aremania Jum’at malam tersebut. Sejumlah saksi menduga, aksi itu dilakukan oleh oknum bonek, sebutan untuk pendukung Persebaya.

Informasi yang dihimpun, penyerbuan terhadap Aremania itu berawal saat para pendukung klub sepakbola Arema, mengadakan kumpul bersama di kawasan Jalan Benteng Pancasila, Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Menurut beberapa orang Aremania yang ditemui FaktualNews.co, saat para Aremania berkumpul di Jalan Benteng Pancasila, sekitar pukul 22.51 WIB, tiba-tiba didatangi sejumlah orang tak dikenal dengan menhendarai motor Yamaha RX King.

“Tiba-tiba ada orang datang, pakai motor RX King mau merobek bendera Arema. Kemudian kami lari dari Jalan Benteng Pancasila ke sini (Cafe Mas Bro),” ungkap Aang, salah satu Aremania.

Ia menjelaskan, alasannya lari menuju Cafe Mas Bro yang berada di kawasan Jalan Empunala, Kota Mojokerto itu lantaran di cafe tersebut juga ada Aremania yang mengadakan acara kumpul bersama.

Namun, sekelompok orang yang diperkirakan jumlahnya lebih dari 20 orang yang diduga kawanan Bonek itu terus mengejar para Aremania hingga sampai di Cafe Mas Bro.

Saat sampai di Cafe Mas Bro, kata Aang, sekelompok orang tak dikenal itu kembali melakukan penyerangan. Akibatnya, beberapa orang mengalami luka yang akhirnya dilarikan ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat guna mendapat perawatan medis.

“Teman saya tadi ada satu yang luka di kepalanya akibat dikepruk paving. Terus ada orang lain, kayaknya tukang parkir cafe sama karyawan cafe juga terluka,” ungkapnya.

Aang, saksi mata dan korban penyerbuan itu mengaku sempat mengetahui ciri-ciri sejumlah orang yang melakukan penyerangan. Namun, dirinya tidak bisa memastikan siapa dan dari kelompok mana yang melakukan penyerbuan

“Jadi ada yang pakai motor RX King itu, kemudian pakai baju hijau, tapi warnanya agak pudar. Tidak kelihatan jelas apa itu baju Bonek apa bukan,” jelasnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, para anggota Polres Mojokerto Kota segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas berseragam cokelat itu segera membubarkan perkumpulan Aremania untuk mengantisipasi adanya tindakan yang tidak diinginkan.

Disinggung terkait kejadian tersebut, Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Mojokerto Kota, I Putu Adi Juniwinata membenarkan adanya aksi pengeroyoknya tersebut. Pihaknya masih belum bisa memastikan ada berapa korban akibat insiden itu.

“Jadi, para Aremania ini terpaksa digiring petugas dengan pengawalan ketat untuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian.