Peristiwa

Berniat Istirahat, Sopir Truk Asal Nganjuk Ditemukan Sudah Tidak Bisa Bangun

JOMBANG, FaktualNews.co – Warga Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang digegerkan dengan penemuan seorang sopir dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kabin dump truk, Minggu (20/8/2018).

Sopir tersebut ditemukan terbaring didalam truk pengangkut tanah urukan dengan nomor polisi S 9152 UR. Berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP) yang ditemukan polisi, korban bernama Yulianto (52), warga Desa Nambangan lor, Kecamatan Manguharjo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Berdasarkan identifikasi tidak ditemukan ada unsur kekerasan pada sekujur tubuh korban.

Kapolsek Bandarkedungmulyo, AKP Santoso menyebutkan, korban ditemukan pertama kali oleh penjaga warung bernama Seger. Korban sendiri, memarkir kendaraannya di selatan Warung Pak Seger pada Sabtu, 19 Agustus 2017 malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Selanjutnya, korban diketahui langsung tidur di kabin truk. Sekitar pukul 03.00 dini hari, korban dibangunkan oleh temannya bernama Rohip, tetapi tidak ada jawaban.

Seger yang heran dengan keadaan truk korban yang belum narik padahal matahari sudah terbit mencoba membuka pintu truk korban. Ditarik berkali-kali ternyata tak ada balasan.

Akhirnya, Seger memanggil perangkat desa setempat dan diteruskan ke jajaran Polsek Bandarkedungmulyo. Setelah dilakukan pengecekan, polisi mendapati korban sudah meninggal dunia.

“Kita sudah lakukan oleh TKP, tidak ada kekerasan fisik, obat terlarang dan minuman keras disekitar tubuh korban,” kata Santoso.

Setelah memastikan korban tak bernyawa, polisi mengambil inisiatif membawa jenazah korban ke RSUD Jombang untuk dilakukan otopsi. Dari saku celana korban ditemukan barang bawaannya berupa dompet yang berisi KTP dan uang tunai Rp. 304 ribu.

Selain itu, terdapat sebungkus rokok, sandal jepit dan sebuah handphone. Di dalam mobil korban juga ada dua botol aqua ukuran 1,5 liter dan jaket kulit. “Kita masih selidiki penyebab kematian korban,” pungkas AKP Santoso.