FaktualNews.co

Pilbup Jombang 2018:

Atas Perintah Partai, Munir Siap Maju dalam Pencalonan Bupati Jombang

Politik     Dibaca : 1835 kali Penulis:
Atas Perintah Partai, Munir Siap Maju dalam Pencalonan Bupati Jombang
FaktualNews.co/Istimewa/

JOMBANG, FaktualNews.co – Salah satu kader senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Munir Al Fanani, menyatakan kesiapannya untuk maju di pemilihan bupati (Pilbup) Jombang tahun 2018 mendatang.

Hal dinyatakan olehnya saat berbincang dengan FaktualNews.co, di Graha Gus Dur Jombang. “Saya pribadi sebagai kader PKB selalu siap apapun yang diperintahkan partai,” katanya Sabtu (2/9/2017).

Kegagalan dirinya pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Jombang tahun 2013 lalu tak membuatnya patah arang. Dia pun menyatakan siap kembali menjadi salah seorang kontestan dalam pesta demokrasi itu.

Bahkan Cak Munir, sapaan akrabnya, menyebut jika kegagalan sebelumnya sama sekali tidak ada efek bagi dirinya mejelang hajatan Pilkada Jombang Tahun 2018. Justru, dirinya banyak belajar dari Pilbup periode sebelumnya.

“Kegagalan Pilkada sebelumnya tidak ngefek, kewajiban kami sebagai kader, apalagi hamba Allah adalah melakukan ikhtiar. Hasilnya kembali lagi kepada Allah, ketika tahun sebelumnya saya gagal, itu memang yang terbaik menurut Allah,” bebernya.

Untuk itu, tekad maju di Pilbup Jombang tahun depan hingga kini terus dilakukan olehnya dengan memperkenalkan dirinya sebagai salah satu bakal calon bupati (Bacabup) Jombang kepada publik.

Dirinya siap jika dipercaya PKB untuk menjadi utusan partai dan Pilbup Jombang kali ini, dia optimis bisa menebus kegagalan pada Pilkada sebelumnya. “Bahwa kita diperintah oleh Allah harus optimis, justru orang psimis itu dilarang,” ujar Cak Munir.

Bagaimana dengan beberapa nama bakal calon yang disebut-sebut PKB sebelumnya? Cak Munir, menyebut hal itu sah-sah saja. Kader PKB, tambahnya, memang diberikan hak dan kewajiban yang sama dalam mengaktualisasikan potensi masing-masing individunya.

“Kalau di internal partai sendiri kan ada mekanisme-mekanisme tersendiri bahwa semua kader diberikan hak dan kewajiban yang sama untuk ikut berproses,” jelas Munir Al Fanani.

Tapi yang menjadi tolak ukur dari proses setiap kader, jelas dia, adalah tingkat popularitas dan elektabilitasnya yang dibangun di publik. Setiap kader yang memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi di publik, maka dialah yang paling berpotensi diusung menjadi bakal calon di Pilbup nanti.

“Bahwa proses sekarang adalah proses sosialisasi, mengaktualisasikan dirinya kepada masyarakat. Tapi apa barometernya nanti, ya tetap dilakukan survei secara secara profesional. Siapa yang nanti popularitasnya yang paling tinggi,” ungkap Munir.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Syafi'i