Politik

Kepala Dinas Kesehatan Dituding ‘Lecehkan’ Ketua DPRD Sumenep

SUMENEP, FaktualNews.co – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dr A Fatoni, dituding telah ‘melecehkan’ citra dan martabat H Herman Dali Kusuma yang tiada lain merupakan Ketua DPRD Sumenep.

Tudingan itu muncul saat rombongan Bupati bersama Forum Pimpinan Daerah Sumenep mengunjungi UPT Puskesmas Kecamatan di Sepudi. Kunjungan itu merupakan rangkaian agenda Kunker Safari Kepulauan, Minggu, 1 Oktober 2017 lalu.

Nah, disanalah diduga pimpinan wakil rakyat ini mendapatkan perlakuan kurang mengenakkan dari petugas medis. Perlakuan itu dituding merupakan arahan dari Kepala Dinas Kesehatan Sumenep.

Perang dingin itu muncul saat Herman Dali Kusuma yang dikenal doyan sidak ke sejumlah puskesmas, berdiskusi dengan beberapa petugas medis tepat diluar ruang pusat kesehatan setempat.

“Saya hanya ingin berinteraksi dengan petugas medis, dengan niatan untuk mengapresiasi kinerja mereka di kepulauan,” ujar Ketua DPRD Sumenep H Herman Dali Kusuma, Senin 02/10/2017 malam.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan dianggap memberikan reaksi yang seolah mengisyaratkan para crew medis yang asyik berdiskusi dengannya untuk beranjak dan meninggalkan politisi partai kebangkitan bangsa itu.

“Saya punya perasaan mas. Ini Kepala Dinas kok sikapnya begitu, gini-gini pimpinan DPRD loh. Ini pelecehan bagi saya,” ujar H Herman Dali Kusuma.

Disinggung apa yang membuat dirinya terpukul dan emosi, Ketua DPRD Sumenep ini mengaku karena perilaku kepala dinas kesehatan yang menyuruh para petugas medis masuk ke ruangan masing-masing.

Bahkan, sebut H Herman Dali Kusuma, suruhan dari Kadinkes Sumenep itu diikuti dengan memberikan sinyal untuk tidak menghiraukan omongan Ketua DPRD di depan umum.

”Saya hanya mau memberikan apresiasi terhadap para tenaga medis di Puskesmas Sepudi, atas tekad dan kinerjanya yang tulus mengabdi kepada masyarakat. Loh, saya malah dilecehkan sama Fatoni di depan banyak orang,” sambungnya menegaskan.

Untuk itu, pihaknya sangat menyayangkan atas perilaku Kepala Dinas yang menyinggung marwah dan martabat seorang ketua DPRD. Atas sikap yang tidak mengenakkan tersebut, secara tegas ia meminta agar Bupati mengevaluasi etika dan sopan santun pimpiman OPD tersebut.

“Tolong ini evaluasi. Jika perlu lakukan pembinaan, kepala Dinasnya saja seperti itu, bagaimana bawahannya nanti,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr A Fatoni mengaku apa yang terjadi sebagai bentuk kesalah fahaman. “Ini hanya mis komunikasi saja, tidak terjadi apa-apa kok, apalagi melecehkan,” katanya.

Bahkan, orang nomor satu dilingkungan Dinas Kesehatan ini mengklarifikasi dengan cerita yang berbeda. Versi Fatoni, Ketua DPRD Sumenep itu awalnya teriak-teriak diluar forum mempertanyakan akreditasi Puskesmas yang hanya memperoleh status dasar.

“Harusnya di Puskesmas ini memperoleh status akreditasi madya, ini perlu dipertanyakan,” ujar Fatoni menirukan ucapan H Herman Dali Kusuma.

Mungkin tujuannya mau cari perhatian, karena takut terjadi kesalah fahaman, maka anak asuhnya (para tenaga medis) disuruh masuk.

“Saya suruh masuk saja, biar tidak ada kesalah fahaman. Malu dilihat banyak orang. Rencananya kita akan minta dialog didalam saja dengan ketua DPRD, namun sudah keburu emosi,” pungkasnya.