BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Tiang Listrik Roboh, Empat Kecamatan di Sumenep Terancam Gelap Gulita

Peristiwa   Dibaca : 237 kali Jurnalis:
Tiang Listrik Roboh, Empat Kecamatan di Sumenep Terancam Gelap Gulita
FaktualNews.co/Supanjie/
Tiang listrik yang ambruk karena tertimpa pohon kelapa.

SUMENEP, FaktualNews.co – Lima tiang listrik di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, roboh akibat tertimpa pohon kelapa, Kamis, (5/10/2017).

Akibatnya, sebagian penerangan listrik di empat kecamatan akan mengalami pemadaman dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.

“Empat kecamatan itu diantaranya Kecamatan Rubaru, Ambunten, Pasongsongan, dan sebagian pelanggan listrik di Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan,” kata koordinator Pelayanan Tekhnik, Rayon Ambunten, Supardi.

Baca Juga:  Korsleting Arus Listrik, Toserba di Kabuh Jombang Ludes Terbakar

Pihaknya memastikan, pemotongan pohon kelapa oleh warga tanpa pemberitahuan kepala petugas PLN. Akibat pemotongan pohon itu, membuat tiang listrik roboh.

“Ada lima tiang yang roboh tiang STM 3 dan tiang JTR 2,” jelasnya.

Saat ini pekerjaan perbaikan terus dilakukan. Namun, dia tidak bisa memastikan kapan perbaikan itu selesai.

Baca Juga:  Sedan Terbakar di Jalan Dharmahusada, Surabaya

“Secepatnya akan kami selesaikan. Karena ini menyangkut pelayanan masyarakat banyak,” tegasnya.

Berdasarkan informasi warga, robohnya tiang listrik berawal dari penebangan pohon kelapa milik Suni warga Desa Matanair itu dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun, setelah hampir selesai, tiba-tiba oleng dan tambangnya putus. Sehingga pohon kelapa roboh ke jaringan utama listrik yang melintang ke arah barat.

Baca Juga:  Dua Rumah dan Dua Kendaraan di Surabaya Ludes Dilalap Si Jago Merah

“Awalnya pohonnya ingin diarahkan ke barat, tapi karena angin kencang dari arah timur, tiba-tiba pohon oleng ke arah selatan dan menimpa jaringan listrik,” jelasnya.

Saat tertimpa pohon, terdengar ledakan travo sampai mengeluarkan percikan api. Namun, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

Editor
KOMENTAR