Politik

Rekrutmen Panwascam di Sumenep Sarat “Titipan’, Bawaslu Jatim: Itu Pelanggaran Kode Etik

SUMENEP, FaktualNews.co – Hampir sepekan terakhir, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diterpa isu ‘titipan’ nama dalam rekrutmen Panwaslu tingkat kecamatan.

Indikasinya, peserta yang lulus seleksi tes tulis merupakan orang yang mempunyai kedekatan dengan tiga komisioner Panwaslu Sumenep. Dugaan tersebut diperkuat dengan tidak transparannya panitia rekrutmen saat pengumuman hasil seleksi enam besar dengan tidak menyertakan nilai.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur Moh. Amin mengatakan, jika itu benar adanya tindakan ‘titipan’ komisioner telah melanggar kode etik.

“Kalau terbukti itu masuk pelanggaran kode etik,” katanya saat dihubungi media ini melalui sambungan teleponnya, Kamis (19/10/2017).

Oleh sebab itu, pihaknya mengintruksikan apabila ditemukan pelanggaran untuk melaporkan ke DKPP. “Semisal ada bukti rekaman telepon, screenshot melalui WA yang membuktikan itu, oke lah, laporkan ke DKPP atau langsung kepada Panitia,” tegasnya.

Sebelumnya, pasca pengumuman hasil tes tulis rekrutmen Panwaslu Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, beredar isu bloking kecamatan antar komisioner Panwaskab Sumenep, hingga dugaan ‘titipan’.

Bahkan, sebagian kalangan penilai rangkaian tes hanya formalitas, karena belakangan beredar beberapa nama yang diprediksi lulus di setiap kacamatan.

“Terselenggaranya tes, sepertinya hanya formalitas, terbukti pengumuman hasil tes tulis tidak disertai dengan nilai, bisa saja kan tes tidak dikoreksi, karena nama-nama ‘titipan’ sudah ada,” kata salah satu peserta kepada media ini.

Untuk itu, Pria inisial SH ini meminta Bawaslu Provinsi Jawa Timur dan seluruh pihak untuk mengevaliasi keputusan yang dinilai tidak prosedural.

Mengingat, tahapan rekrutmen masih berlangsung, sehingga ia berharap 162 peserta yang mengikuti tes wawancara tidak dipermainkan nasibnya.

“Yang akan diambil kan 81 orang dengan rincian tiga orang setiap kecamatan, soalnya saya dengar kabar bahwa sekarang sudah ada orang-orang yang pasti lulus. Bahkan nama-namanya sudah beredar,” tandasnya.