Peristiwa

Ngaku Anggota TNI Saat Ngurus SIM, Pemuda Mojokerto Ini Diamankan Polisi

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Suasana ruang pelayanan pengurusan Surat Ijin Mengemudi (SIM) Polres Mojokerto Kota, pada Rabu, 1 November 2017, sedikit gaduh. Hal itu disebabkan adanya seorang pemohon SIM yang diamankan petugas kepolisian.

Mukhammad David Hermawan (23), terpaksa diamankan jajaran Provost Polres Mojokerto Kota lantaran mengaku sebagai anggota TNI AD. Namun, saat diminta untuk menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) David tak bisa menunjukkannya.

“Mungkin dia ingin pelayanan yang cepat. Kemudian dia ngaku anggota TNI yang berdinas di Korem Surabaya. Saat petugas meminta KTA TNI, David tidak bisa menunjukkannya dan mencoba kabur dari ruang pelayanan,” ungkap AKP Agus Purnomo, Kasubbag Humas Polres Mojokerto Kota.

Dikatakan, David diamankan petugas sekitar pukul 09.40 WIB. Beberapa anggota Provost Polres Mojokerto Kota tampak datang ke kantor pelayanan SIM Polres Mojokerto Kota.

“Waktu disuruh menunjukkan KTA, karena dia (David) mengaku sebagai anggota TNI yang berdinas di Korem Surabaya, David tidak bisa menunjukkan KTA tersebut. Saat itu David berusaha keluar dari ruang pelayanan SIM, tapi digagalkan petugas,” jelasnya.

Saat ditanya oleh petugas, David, warga asal Dusun/Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, mengaku mendapatkan atribut TNI tersebut dari rekannya yang merupakan anggota TNI yang berdinas di Korem Surabaya.

“Katanya, waktu dia bekerja jadi satpam di salah satu perusahaan di Mojokerto, dia (David) kenal dengan temannya yang merupakan anggota TNI yang dinas di Korem Surabaya. Dari situ, David mendapat atribut tersebut,” tukas AKP Agus Purnomo.

Sementara itu, guna menindaklanjuti hal tersebut, Mukhammad David Hermawan diserahkan ke bagian reskrim guna dilakukan pendalaman. “Iya, David masih kami interogasi,” ujar Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Suhariyono saat dikonfirmasi FaktualNews.co.

Dari tangan David, petugas mengamanan sejumlah barang bukti, berupa dompet berisi uang sekitar Rp 2 juta, kaos dan training TNI AD, sepasang kaos kaki warna doreng motif TNI, KTP, SIM A dan C serta STNK.