Internasional

OKI Kutuk Pernyataan Presiden AS Soal Yerusalem Ibukota Israel

JOMBANG, FaktualNews.co – Para pemimpin negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menolak keputusan Presiden AS Donald H. Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Mereka menyatakan apa yang dilakukan Trump adalah sesuatu yang “tidak bertanggung jawab” dan “batal demi hukum”.

Mereka menegaskan pengakuan bahwa Yerusalem Timur adalah ibukota negara Palestina yang diduduki Israel.

“Kami menolak dan mengutuk apa yang dilakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Kami menganggap itu sebagai langkah yang tidak bertanggung jawan dan batal demi hukum,” demikian pernyataan terakhir mereka pada pertemuan OKI di Istambul Turki, Rabu (13/12/2017).

Pemimpin negara-negara Islam juga meminta dunia untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina, sebagai tanggapan atas keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Kami mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina sekaligus mengajak negara-negara lain untuk mengakui status tersebut,” kata mereka.

OKI menganggap apa yang dilakukan Trump merupakan langkah yang disengaja untuk merusak upaya perdamaian yang selama ini telah dibangun. Hal itu dinilai akan memancing ekstrimisme dan terorisme serta mengancam perdamaian dunia.

Pernyataan Trump dianggap sama dengan mengumumkan penarikan diri AS dari peran menjaga dan mewujudkan perdamaian diantara berbagai pihak. Para pemimpin negara-negara anggota OKI juga menyatakan, langkah Trump akan mendorong Israel mengambil kebijakan kolonialisme, pemukiman, apartheid dan pembersih etnis seperti pernah terjadi pada tahun 1967.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa jika Dewan Keamanan PBB tidak bergerak ke Yerusalem, “kami siap untuk membawa masalah ini ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa”

Dalam pernyataan itu mereka memutuskan untuk menghadapi langkah-langkah yang dapat mengurangi status historis, hukum, agama atau politik kota Yerusalem. Hal ini sebagai penegasan pentingnya ketaatan pada cita-cita perdamaian yang adil dan menyeluruh bagi kedua negara.

Para pemimpin negara-negara OKI juga menyambut baik konsensus internasional yang menolak keputusan pemerintah AS mengenai Yerusalem sebagai pesan dukungan kuat untuk hak-hak rakyat Palestina.