Peristiwa

Khawatir Banjir Susulan, Warga Mojoagung Jombang Bertahan di Pengungsian

JOMBANG, FaktualNews.co – Banjir yang merendam sembilan kecamatan di Kabupaten Jombang sejak Kamis, 22 Februari 2018 dinihari, membuat ratusan warga terpaksa harus mengungsi di dua posko pengungsian yang telah didirikan.

Pantauan di lapangan, mulai pukul 16.00 WIB, wilayah Kabupaten Jombang mulai diselimuti mendung.

Sulton (46), warga Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang mengaku, ia akan bertahan di pengungsian hingga air yang merendam rumahnya benar-benar surut.

“Saya sejak tadi pagi, ngungsi di sini sama enam anggota keluarga saya. Kalau ini nanti hujan lagi, lebih baik saya di pengungsian saja. Barang-barang di rumah juga sudah saya amankan,” katanya kepada FaktualNews.co, Kamis (22/2/2018).

Hal senada juga disampaikan Aminah (35) warga Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Ia dan anaknya, Haikal yang masih berusia satu tahun juga memilih bertahan di posko pengungsian yang berada di Kantor Kepala Desa Gambiran.

“Daripada saya nanti ribet lagi, air di rumah saya setinggi dada. Kasihan anak saya. Lebih enak di sini untuk sementara, sampai airnya surut,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari posko pengungsian Gambiran, hingga saat ini sedikitnya ada 197 pengungsi.

Salah satu petugaa posko pengungsian Gambiran menyebutkan, dari 197 pengungsi tersebut, rinciannya ada 18 lansia, 24 balita serta 55 orang dewasa. 197 pengunsi tersebut, terdiri dari 190 warga Gambiran dan 7 orang warga asal Kagulan.

Dengan alas matras yang disediakan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang serta beberapa tenda dari Dinsos dan Polres Jombang yang telah didirikan, menjadi tempat sementara warga terdampak banjir untuk berteduh dari hujan dan panas.