Peristiwa

Dibanting Dari Atas Truk, Kondisi Bonekmania Jombang Masih Kritis

SIDOARJO, FaktualNews.co – Pasca pengeroyokan yang menimpa suporter bonek minggu (25/3/2018) lalu, menyisakan duka mendalam bagi salah satu keluarga korban. Yuliana (47) orang tua dari Rendra Felix (13), warga Dusun Mlaten RT 03 RW 01, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Jombang, Jawa Timur, salah satu supoter bonek yang menjadi korban pengeroyokan orang tidak dikenal mengaku, akibat pengeroyokan tersebut, anaknya kini tengah menunggu keajaiban Tuhan untuk bisa melanjutkan masa depan yang masih panjang.

“Felix masih terbaring di ICU RS.Anwar Medika, anak saya habis operasi karena penggumpalan darah diotaknya,” terang Yuliana, rabu (28/3/2018) pagi. Dengan mata sembab, Yuliana menceritakan ihwal kejadian yang menimpa anaknya. Hari minggu sekitar pukul 13.00, Felix berpamitan hendak melihat tim kesayangannya berlaga. Pertandingan antara Persebaya vs Perseru Serui di Gelora Bung Tomo Surabaya menajdi tujuan Felix. Lengkap dengan atribut bonek kebanggaannya, Felix berangkat dengan suporter Bonek yang lain.

Dari Perak Jombang riombongan Felix bertemu dengan suporter Bonek yang lain diwilayah Sumobito. Total ada 20 suporter gabungan dari Perak dan SUmobito. Tepat di traffic light Jl.By Pass Balongbendo, kenangan buruk bagi Felix dan kawan-kawannya bermula. Naiknya 10 orang tidak dikenal, dan diantaranya membawa senjata tajam. Ditenagh perjalanan, Rombongan orang tidak dikenal ini kemudian mulai melakukan aksi kejahatan.

“Menurut pengakuan korban yang selamat dari pemalakan, tepatnya dikawasan Kraton Krian, 10 orang ini melakukan perampasan uang dan HP milik para suporter,” ungkap Yulianti. Meski berjumlah lebih banyak, namun suporter Bonok tidak dapat berkutik karena kawanan pelaku menodongkan senjata tajam. Ulah kawanan pelaku semakin tidak terkendali. Tidak hanya merampas barang bawaan Bonekmania, mereka juga melakukan penganiyaan. Dalam peristiwa tersebut, 8 orang bonek jombang mengalami luka-luka, dan dua orang kritis.

Satu orang Bonekmania asal Sumobito bernama Hasan (17) mengalami luka bacok. Sementara Felix yang masih belia, dibanting dari atas truk hingga terjatuh dan kepalanya membentur aspal dan tidak sadarkan diri. “Sekarang Felix sudah selesai di operasi dan biayanya kira-kira habis Rp 80 juta rupiah, saya belum punya uang,” ucap lirih dibarengi tetesan air mata yang tak terbendung.

Kondisi Felix sendiri masih cukup memprihatinkan. Usai menjalani operasi pengangkatan tulang tengkorak, Felix hanya bisa menggerakkan mata. Kesadarannya pun hanya mencapai 5 persen. Berdasarkan keterangan dokter kepada Yuliatin, kesadaran minimal orang normal pasca operasi harusnya 50 persen. Kini keluarga Yuliatin hanya mampu berpasrah diri. Bantuan dari Bonekmania yang melakukan penggalangan dana cukup membantu. Namun hingga Felix dinyatakan sembuh, masih membutuhkan puluhan juta kembali agar bisa melunasi biaya operasi Felix yang sudah dilakukan. Yuliatin berharap ada uluran tangan dari para dermawan untuk bisa meringankan beban yang harus ditanggungnya.