Advertorial

Tahun 2018, Pemkab Jombang Targetkan Produksi Tembakau Capai 65 Ribu Ton

JOMBANG, FaktualNews.co – Pjs Bupati Jombang, Setiajit, melakukan penanaman perdana tembakau jenis Manilo dan Jinten, di Desa Tondowulan Kecamatan Plandaan.

Ini merupakan tahun kedua tanam perdana tembakau yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, dimana pada tahun pertama diselenggarakan di Desa Bendungan Kecamatan Kudu. Adapun salah satu tujuan agenda ini adalah meningkatkan komunikasi antara pemerintah, petani serta stake holder lainnya.

Kepala Dinas Pertanian Hadi Purwantoro, mengatakan bahwa pada tahun 2017 luasan tanaman tembakau di Kabupaten Jombang mencapai 5.147 ha, yang tersebar di 6 kecamatan. Sedangkan tahun 2018 ini ada kenaikan seluas 145 ha. dari luasan tanam tersebut pada 2017 mampu memperoleh 57.519 ton tembakau basah dan untuk target tahun 2018 ini adalah sebesar 65.500 ton tembakau basah

Dalam kesempatan itu pula, sebelum memberikan sambutannya, Pjs Bupati Jombang Setiajit memberikan bantuan kepada gapoktan, berupa pupuk NPK dan KNO3 (22.500 kg), mesin rajang (20 unit), pisau rajang (35 unit), terpal (45 lembar), timbangan duduk (20 unit), handsprayer elektrik (90 unit), cultivator (10 unit) dan pompa air (7 unit).

“Negara Indonesia sangat perduli dengan para petani, oleh karena itu Pemerintah Daerah hadir dalam meringankan beban para petani, salah satu contohnya adalah dengan pemberian bantuan pupuk dan alsintan. Petani, dalam bercocok tanam menggunakan bibit apapun kalau cara pengolahannya benar pasti hasilya akan bagus dan meningkat” ungkap Setiajit dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan bahwasannya kemakmuran petani tembakau di Kabupaten Jombang akan mengalami peningkatan kesejahteraan, hal ini karena adanya peningkatan luas tanam dan juga cuaca yang sangat mendukung.

Setiajit, berharap Sampoerna dan juga Bentoel agar ketika panen harga beli dari perusahaan tidak diturunkan, dan juga kepada petani agar tidak langsung menjual tembakaunya kepada para tengkulak yang dengan jelas-jelas sangat merugikan petani sendiri.