ucapan idul fitri Faktual Media
ucapan idul fitri Faktual Media
ucapan idul fitri RSUD Jombang
FaktualNews.co

Virus Nipah, Kenali Gejala dan Penanganannya

Kesehatan     Dibaca : 694 kali Penulis:
Virus Nipah, Kenali Gejala dan Penanganannya
FaktualNews.co/Internet/
Ilustrasi virus.

FaktualNews.co – Virus Nipah, termasuk virus baru yang bisa ditularkan dari inangnya kelelawar pemakan buah, kepada hewan dan manusia.

Nama virus ini diambil dari nama Sungai Nipah, yang terletak di sebuah desa di Malaysia. Desa tersebut menjadi kawasan tempat pertama kalinya virus Nipah muncul pada tahun 1998.

Waktu itu, virus ini menyebabkan 300 orang terinfeksi dan lebih dari 100 orang tewas dalam kurun waktu satu tahun. Penyebarannya pun belum melalui kelelawar, tapi melalui babi yang terinfeksi.

Selain asal-usulnya, kamu juga harus tahu bagaimana gejala dan penanganan dari virus mematikan ini.

1. Cara Penularan

Virus ini bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan manusia atau hewan ternak yang terinfeksi, seperti babi dan sapi. Virus ini juga bisa disebarkan melalui buah-buahan yang terinfeksi.

Seperti wabah Virus Nipah pada tahun 2004 di Bangladesh. Banyak orang yang terkontaminasi virus tersebut setelah meminum nira sadapan pohon kurma. Setelah diteliti, ternyata pohon tersebut sudah terkena air kencing dan liur kelelawar.

2. Gelaja Virus Nipah

Menurut US Centers for Disease Control and Prevention masa inkubasi virus ini berkisar antara lima sampai 14 hari, dengan tanda-tanda infeksi pertama muncul setelah tiga hingga 14 hari.

Infeksi pada virus ini bisa menyebabkan peradangan agresif pada otak yang disebut ensefalitis.

Gejala awal yang dirasakan oleh korban virus Nipah adalah demam, muntah, dan sakit kepala. Beberapa diantaranya akan mengalami sindrom pernapasan akut.

Selanjutnya, korban akan merasakan mengantuk dan kebingungan mental. Bahkan dalam satu sampai dua hari, virus ini bisa menyebabkan koma dan kematian!

3. Penanganan Pertama

Ketika menemukan kerabat yang terkena infeksi virus Nipah, segeralah membawanya ke Rumah Sakit untuk mendapatkan peawatan suportif dan intensif.

Pastinya perawatan di Rumah Sakit ini sesuai dengan protokol pengendalian infeksi rutin, karena penularannya dilakukan dengan cara kontak fisik. Seperti dikutip dari Detik.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Saiful Arief
Tags
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...