Peristiwa

Cinema 21 di Cito Tutup Karena Pemilik Gedung Bangkrut?

SURABAYA, FaktualNews.co – Beberapa pengunjung yang hendak menonton di bioskop Cinema 21 yang berada di lantai 1 gedung City of Tomorrow (Cito), Surabaya, terlihat kecewa. Lantaran, bioskop tersebut sudah tutup. Bioskop sudah tidak beroperasi per tanggal 1 Juli 2018 lalu.

“Jauh-jauh ke sini ternyata tutup,” keluh Lisa, sambil mengajak teman prianya meninggalkan lokasi tersebut, Rabu (4/7/2018).

Pintu masuk gedung tersebut dalam keadaan tertutup kertas karton lebar yang ditempel dari dalam, dan terdapat dua lembar kerta bertulis bahwa bioskop sudah tidak beroperasi lagi.

Salah satu petugas mall menyampaikan, dari kabar yang beredar, ruangan bioskop yang berada di zona bermain tersebut nanti tetap difungsikan sebagai theatre. Namun, dikelolah oleh pihak manajemen pemilik gedung secara langsung.

“Kabarnya nanti tetap jadi bioskop, tapi dikelolah oleh Lippo,” kata Rudi.

Lanjut ia bercerita, jika pihak Cinema 21 telah habis masa kontrak dengan pemilik gedung. Sementara itu, salah seorang pengunjung tiba-tiba menghampiri, dan mengaku tahu seputar Cinema 21 termasuk soal gedung yang berada di Bundaran Waru tersebut.

“Saya tahu bahwa Cinema 21 ini milik pak Ram, tapi tidak mungkin kalau habis kontraknya karena pengunjung bioskop di sini rame,” tuturnya seketika tanpa mau menyampaikan namanya.

Menurutnya, perusahaan pemilik gedung yang notabene adalah Lippo saat ini sedang bangkrut. Gedung tengah dipermasalahkan oleh pihak Bandara Juanda Surabaya karena dianggap melanggar hukum penerbangan.

“Gedung ini terlalu tinggi, mengganggu penerbangan bandara Juanda,” tandasnya.

Hingga kini redaksi FaktualNews.co masih berupaya melakukan konfirmasi perihal kabar tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait perihal kabar tutupnya Cinema 21 di Cito tersebut.

Untuk diketahui, City of Tomorrow atau yang biasa dikenal sebagai Cito ini merupakan Superblok dengan ketinggian mencapai 115 meter, berdiri di sebelah barat Jalan Ahmad Yani, Surabaya dan dikelolah oleh Lippo Group. Di dalam kompleks superblok selain terdapat mall, juga terdapat Hotel Aryaduta, dan Universitas Pelita Harapan.