FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kekeringan, Warga Mojokerto Gantungkan Hidup dari Kubangan Air Sungai

Peristiwa     Dibaca : 961 kali Penulis:
Kekeringan, Warga Mojokerto Gantungkan Hidup dari Kubangan Air Sungai
FaktualNews.co/Amanu/
Remaja di Desa Jatidukuh, Mojokerto mengambil air bersih di kubangan sungai

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Sejak dua bulan terakhir, kekeringan melanda warga Desa Jatidukuh, kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Bahkan, untuk mendapatkan air bersih, warga harus bersusah payah, membuat kubangan kecil di sepanjang aliran sungai yang berada di Desa Jatidukuh. Lantaran sumur-sumur milik mereka sudah mengering.

Salah seorang remaja yang masih berumur 16, Triyono saat di temui FaktualNews.co mengatakan, selama dua bulan terakhir dirinya sudah bergantung dari kubangan-kubangan kecil di sepanjang sungai untuk memnuhi kebutuhan air bersih. Setiap hari, mereka harus hilir mudik sebanyak tiga sampai empat kali sehari untuk mendapatkan air.

“Sehari bisa tiga sampai empat kali ke sungai. Karena sumurnya sudah tidak ada air. Jadi terpaksa harus mengambil air dari kubangan kecil di sungai ini,” katanya, Minggu (12/8/2018).

Hal senada disampaikan Satunah, ibu Triyono. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari hari seperti, memasak, mandi dan mencuci dirinya bersama anaknya memanfaatkan air bersih dari sumber mata air, yang di buat oleh warga sekitar. Warga membuat kubangan-kubangan kecil di sumber mata air.

“Selain kemaraun diduga karena adanya aktivitas galian C di situ, sehingga sumurnya kering. Tapi saya kurang tahu pasti penyebabnya apa,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, selain membuat air sumur warga mengering, adanya aktivitas galian C di desa tersebut juga membuat pasokan air untuk kebutuhan pertanian menyusut. “Airnya juga jadi keruh sekarang,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, kekurangan air bersih di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto bukan merupakan bencana kekeringan. Ia menyebut warga, hanya mengalami kekurangan air bersih.

“Kami sudah memasok ari bersih ke desa tersebut. Sehari antara 4 sampai 8 tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin