Iklan Bank Jatim FaktualNews
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Tuntut Direktur Mundur, Ratusan Karyawan RSD Besuki Situbondo Demo

Peristiwa     Dibaca : 212 kali Jurnalis:
Tuntut Direktur Mundur, Ratusan Karyawan RSD Besuki Situbondo Demo
FaktualNews.co/Fatur/
Ratusan karyawan RSD Besuki, Situbondo, demo tuntut direktur mundur.

SITUBONDO, FaktualNews.co-Ratusan karyawan Rumah Sakit Daerah (RSD) Besuki, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (30/8/2018), menggelar aksi demo. Aksi demo dan mogok kerja yang berlangsung di halaman depan kantornya itu menuntut agar dr Budiono selaku direktur RSD Besuki mundur.

Menurut pendemo, selama dr Budiono menjadi direktur RSD Besuki, dinilai tidak profesional dan bersikap arogan. Bahkan, diduga kuat direktur telah menyalahkan gunakan keuangan RSD Besuki, untuk kepentingan pribadi.

Akibatnya, sebanyak delapan dokter spesialis tidak dibayar selama tujuh bulan. Selain itu, seluruh karyawan RSD Besuki, tidak dibayar selama tiga bulan. Bahkan, rekening PLN selama satu bulan tidak dibayar. Akibatnya jaringan listrik RSD Besuki diputus oleh PLN.

Pantauan FaktualNews.co dilapangan, selain para staf TU RSD Besuki, para perawat dan bidan. Bahkan, para dokter RSD Besuki, mereka melakukan aksi dan mogok kerja di halaman depan Kantor RSD Besuki, Situbondo, Jawa Timur.

Sembari membentangkan puluhan poster hujatan dan meminta dr Budiono selaku direktur RSD Besuki mundur. Para karyawan RSD Besuki juga berteriak agar dr Budiono segera mundur sebagai direktur. Diantaranya bertuliskan, Tolak Arogansi Direktur RSD Besuki, Pergantian Direktur Merupakan Harga Mati.

”Kami sudah lama teraniaya, sehingga para karyawan secara spontan melakukan aksi demo dan mogok kerja. Ini dilakukan karena sikap direktur yang arogan. Oleh karena itu, kami menuntut agar dr Budiono mundur dari jabatannya sebagai direktur,”ujar salah seorang bidan yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis (30/8/2018).

Menurutnya, selain direktur RSD Besuki bersikap arogan. Dr Budiono selaku direktur juga diduga menyalahgunakan keuangan RSD Besuki, Situbondo, yang mengakibatkan para dokter spesialis selama tujuh bulan tidak dibayar. Serta para karyawan RSD Besuki, juga tidak dibayar selama tiga bulan.

”Sedangkan yang paling fatal, rekening listrik PLN tidak dibayar selama satu bulan. Akibatnya sejak kemarin PLN menyegel jaringan listrik di RSD Besuki,”bebernya.

Lebih jauh seorang bidan yang tidak mau disebutkan namanya menambahkan, karena dr Budiono dinilai tidak profesional. Sehingga manajemen di RSD Besuki, Situbondo amburadul.”Oleh karena itu, para karyawan sepakat akan terus melakukan aksi demo dan mogok kerja, sebelum ada tindakan tegas dari dinas terkait di Pemkab Situbondo,”ancamnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Situbondo, Abu Bakar Abdi membenarkan, adanya aksi demo dan mogok kerja yang dilakukan oleh para karyawan RSD Besuki, Situbondo.

”Sebetulnya, saya sudah lama mengingatkan kepada direktur RSD Besuki, agar dr Budiono selaku direktur segera menyelesaikan persoalan gaji para dokter dan para karyawan. Namun dr Budiono terkesan mengabaikan, hingga terjadi aksi mosi tidak percara dari karyawan RSD Besuki,”kata Abu Bakar Abdi, saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (30/8/2018).

Abu Bakar Abdi menambahkan, secara regulasi semua Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas di Kabupaten Situbnondo itu, seharusnya dibawa binaan Dinkes Pemkab Situbnondo. Namun kenyataannya dr Budiono menolak dengan alasan mampu berjalan sendiri.”Padahal, RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, RSD Asembagus dan seluruh Puskesmas di Kabupaten Situbondo, semuanya dibawa pembinaan Dinkes Pemkab Situbondo,’pungkanya.

Editor
Nurul Yaqin
Tags